Apa yang Terjadi Jika Harga Bitcoin Menutup Tahun 2025 dengan Merah? Ini Kata Analis

Bitcoin , Wednesday, 31 December 2025
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin memasuki fase akhir tahun 2025 dengan kondisi yang tidak biasa. Meski sempat mencetak harga tertinggi sepanjang masa (ATH) baru pada Oktober, harga Bitcoin kemudian terkoreksi cukup dalam hingga membuat kinerja tahunan berisiko ditutup negatif. Kondisi ini memberikan gambaran penting tentang bagaimana siklus saat ini seharusnya dipahami dan apa artinya bagi prospek harga Bitcoin ke depan.

Menurut seorang analis, situasi ini sebenarnya tidak sedramatis yang terlihat. Ia menilai Bitcoin kemungkinan sedang bersiap memasuki fase bear market.

Penutupan Merah Menandai Bear Market, Bukan Siklus yang Rusak

Pergerakan harga jangka panjang Bitcoin selama ini sering mengikuti pola yang sama, yaitu tiga tahun berturut-turut ditutup naik (candle hijau), lalu diikuti satu tahun penurunan (candle merah). Pola ini telah berulang beberapa kali sejak 2011, sehingga banyak trader memperkirakan struktur yang sama akan kembali terjadi pada siklus kali ini.

Namun, pola tersebut sedikit bergeser. Meskipun 2023 dan 2024 ditutup positif, tahun 2025 justru berpotensi ditutup negatif, sehingga memutus urutan yang biasanya terjadi.

Analis kripto CryptoBullet menyatakan bahwa jika Bitcoin ditutup merah pada 2025, hal itu hanya menegaskan bahwa siklus telah beralih ke fase bear market, bukan berarti siklus empat tahunan Bitcoin mengalami kegagalan. Menurutnya, banyak pelaku pasar salah menafsirkan warna candle tahunan. Yang terpenting bukan apakah tahun pasca-halving ditutup hijau atau merah, melainkan di mana Bitcoin membentuk puncak dan dasar siklusnya.

Ia menjelaskan bahwa jika 2025 benar-benar ditutup merah, candle tahunan kemungkinan akan membentuk pola doji. Dalam analisis teknikal, doji mencerminkan keraguan pasar setelah kenaikan kuat dan sering menjadi sinyal awal pembalikan tren.

Dalam konteks ini, penutupan seperti itu sejalan dengan pandangan bahwa Bitcoin telah menyelesaikan puncak siklusnya pada Oktober, saat harga mencapai rekor baru di $126.080. Pada siklus-siklus sebelumnya, setelah mencetak ATH baru di tahun pasca-halving, pergerakan harga Bitcoin biasanya masuk ke fase koreksi panjang, terlepas dari apakah tahun tersebut ditutup naik atau turun.

Apa yang Bisa Diharapkan untuk Bitcoin di 2026

Menanggapi komentar atas analisis teknikalnya di platform X, CryptoBullet kembali menegaskan bahwa ia tetap berpegang pada analisanya yang pertama kali ia bagikan pada 2 Desember, yaitu bahwa puncak siklus Bitcoin sudah terbentuk.

Bitcoin memulai tahun 2025 di kisaran $93.396 dan sejak itu telah turun cukup jauh dari puncak Oktober. Struktur pergerakan ini, menurutnya, sangat mirip dengan fase konsolidasi setelah puncak harga pada tahun 2019.

Pada siklus sebelumnya, Bitcoin bergerak selama berbulan-bulan di kisaran sekitar 30% di bawah harga tertingginya, sementara altcoin—yang diukur melalui grafik OTHERS/BTC—membentuk dasar siklus dan mulai pulih.

CryptoBullet meyakini dinamika yang sama sedang terjadi saat ini, namun dalam skala yang lebih besar. Altcoin telah berkinerja lebih buruk dibanding Bitcoin selama hampir empat tahun.

Berdasarkan kondisi tersebut, ia memperkirakan akan terjadi dead cat bounce pada awal 2026, disertai rotasi singkat ke altcoin. Setelah itu, ia memprediksi koreksi yang jauh lebih dalam akan terjadi pada Bitcoin seiring berlanjutnya fase bear market.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023