Bitcoin Berpotensi Uji Ulang Level $85.000 karena Tekanan Bearish dan Data On-Chain Melemah
Bitcoin Hadapi Tekanan di Level Kunci $85.000
Bitcoin saat ini bergerak sedikit di atas level penting $85.000, yang dianggap sebagai area support utama, baik secara psikologis maupun teknikal. Level ini berpotensi kembali diuji sebelum Bitcoin menentukan arah pergerakan berikutnya. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa tekanan bearish masih cukup kuat.
Pola Bearish Muncul di Grafik
Menurut analis CryptoOnchain di QuickTake, Bitcoin membentuk pola descending triangle pada grafik harian. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun. Harga terus mencetak lower high, sementara area support di sekitar $85.000 terus ditekan.
Selain itu, Point of Control (POC) — yaitu level harga dengan volume transaksi terbesar — juga berada dekat $85.000. Hal ini membuat level tersebut semakin krusial. Jika support ini jebol, harga Bitcoin berpotensi turun dengan cepat, terutama jika tekanan jual meningkat dan tidak ada minat beli yang kuat.
Aktivitas Penarikan dari Exchange Turun Tajam
CryptoOnchain juga menyoroti data on-chain yang melemah. Jumlah transaksi penarikan Bitcoin dari exchange (rata-rata 7 hari) turun ke kisaran 5.000 transaksi, level terendah sejak 2016.
Biasanya, meningkatnya penarikan dari exchange menandakan investor memindahkan BTC ke wallet pribadi untuk disimpan jangka panjang. Namun, angka yang sangat rendah ini menunjukkan minimnya kepercayaan dan lemahnya minat akumulasi dari investor.
Analis menilai kondisi ini mencerminkan skeptisisme dan kelelahan pasar, di mana permintaan riil (non-spekulatif) hampir tidak terlihat.
Risiko Penurunan Harga Cepat
Jika Bitcoin gagal bertahan di atas support $85.000, minimnya pembeli berpotensi memicu penurunan harga yang tajam. Hingga saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $87.410, dengan pergerakan harga yang relatif datar dalam 24 jam terakhir.