Pada 29 Desember, Bitcoin (BTC) berhasil menembus level US$89.000, melanjutkan penguatan di pasar kripto. Berdasarkan data pasar HTX, aset kripto terbesar di dunia ini mencatat kenaikan 1,63% dalam 24 jam terakhir, yang menunjukkan kembali meningkatnya minat beli dari trader dan investor.
Kenaikan harga terbaru ini mencerminkan sentimen positif di pasar aset digital secara keseluruhan, yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan menjelang akhir tahun. Pergerakan Bitcoin di atas US$89.000 juga menempatkannya di dekat level resistensi psikologis penting, yang kerap menjadi acuan pelaku pasar untuk menilai arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Sejumlah analis menilai reli ini didukung oleh beberapa faktor, seperti ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar pada tahun depan, arus dana yang relatif stabil ke produk investasi berbasis Bitcoin, serta minat berkelanjutan dari investor institusional. Selain itu, tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) yang cenderung menurun turut membantu menjaga stabilitas harga dan mendorong tren naik.
Pengamat pasar juga mencatat bahwa volume perdagangan masih cukup sehat, mengindikasikan bahwa kenaikan harga ini tidak semata-mata didorong oleh spekulasi jangka pendek. Jika Bitcoin mampu mempertahankan area support di kisaran US$88.000–US$89.000, peluang untuk melanjutkan penguatan ke level yang lebih tinggi dalam beberapa pekan ke depan dinilai masih terbuka. Meski demikian, volatilitas tetap menjadi risiko, terutama menjelang rilis data ekonomi global dan perubahan sentimen di pasar keuangan.
Menjelang penutupan tahun, performa Bitcoin kembali menegaskan posisinya sebagai indikator utama pasar kripto, di mana pergerakan harganya kerap diikuti oleh altcoin dan aset digital lainnya.