Bitmine Perkuat Langkah Strategis dengan Menjadikan Ethereum Prioritas Utama
Bitmine Kumpulkan Dana Rp4,4 Triliun, Langsung Borong Ethereum dalam Jumlah Besar
Perusahaan Bitmine Immersion Technologies berhasil mengumpulkan dana sebesar US$273,8 juta atau sekitar Rp4,4 triliun dari investor, lalu langsung menggunakan sekitar US$136 juta untuk membeli Ethereum (ETH). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun cadangan aset crypto dalam jumlah besar.
Dana tersebut diperoleh melalui penawaran 3,5 juta saham preferen dengan harga US$80 per saham. Investor yang membeli saham ini akan mendapatkan dividen tahunan sebesar 9,5%. Bitmine mengatakan penawaran tersebut mendapat minat tinggi dari investor crypto.
Setelah transaksi selesai, Bitmine membeli 76.881 ETH, sehingga total kepemilikan Ethereum perusahaan kini mencapai 5,62 juta ETH. Pendiri Bitmine, Thomas Lee, sebelumnya menyebut perusahaan menargetkan menguasai sekitar 5% dari total pasokan Ethereum global dalam jangka panjang.
Saat ini, total nilai aset perusahaan yang terdiri dari crypto dan kas tercatat mencapai US$10,4 miliar. Karena sebagian besar asetnya terhubung dengan Ethereum, nilai perusahaan bisa meningkat besar saat harga ETH naik, tetapi juga berisiko turun tajam jika harga ETH melemah.
Meniru Strategi Akumulasi Bitcoin ala Strategy
Bitmine secara terbuka mengadopsi model yang sebelumnya dipopulerkan oleh perusahaan Strategy (sebelumnya MicroStrategy), yang dikenal agresif membeli Bitcoin (BTC) menggunakan dana hasil penerbitan saham maupun utang.
Di hari yang sama, Strategy juga mengumumkan pembelian tambahan 1.587 BTC senilai US$100 juta, sehingga total cadangan Bitcoin perusahaan kini mencapai 846.842 BTC.
Pembelian tersebut dibiayai menggunakan USD Reserve, yaitu dana kas yang disiapkan perusahaan untuk peluang akumulasi aset di masa depan. Strategy juga meningkatkan saldo cadangan tunainya menjadi US$1,1 miliar.
Bagaimana Model Ini Bekerja?
Strateginya cukup sederhana:
- Perusahaan mengumpulkan dana dari investor melalui saham atau utang.
- Dana tersebut digunakan untuk membeli aset crypto seperti BTC atau ETH.
- Crypto kemudian disimpan atau di-staking untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
- Investor mendapatkan dividen tetap secara berkala.
- Jika harga crypto naik, nilai perusahaan ikut meningkat.
Tetap Ada Risiko
Meski terlihat menarik, strategi ini memiliki risiko besar karena harga crypto sangat volatil.
Untuk Bitmine, jika harga Ethereum turun tajam, perusahaan tetap harus membayar dividen 9,5% kepada investor, sehingga bisa memberikan tekanan pada kondisi keuangan perusahaan.
Strategy telah menjalankan model serupa selama bertahun-tahun dengan Bitcoin, sedangkan Bitmine masih berada di tahap awal.
Mengapa Penting untuk Pasar Crypto?
Investor kini mulai memperhatikan apakah model akumulasi aset digital yang sukses pada Bitcoin juga bisa diterapkan pada Ethereum.
Target Bitmine untuk menguasai 5% dari total suplai Ethereum menunjukkan perusahaan sedang membuat taruhan jangka panjang terhadap ETH, bukan sekadar trading jangka pendek.
Bitmine juga berencana memperluas aktivitas staking Ethereum, yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan untuk membantu menutup biaya dividen kepada investor.