Harga Bitcoin Turun Lagi ke Bawah $108.000 Setelah Sempat Mencapai Puncak di Pertengahan Bulan

Berita Crypto , Saturday, 30 August 2025
Posted by Rima Dwi Astuti

Harga Bitcoin Turun Setelah Sentuh Rekor Tertinggi

Bitcoin, aset kripto dengan nilai pasar terbesar, turun ke bawah Rp108.000 (USD 108K) setelah sempat menyentuh rekor lebih dari Rp124.000 (USD 124K) pada pertengahan Agustus. Pada Jumat, 29 Agustus, Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 107.500, atau turun sekitar 13% dari puncaknya pada 13 Agustus.

Para analis menilai penurunan ini wajar setelah reli besar.

  • Mike Cahill, CEO Douro Labs, menjelaskan bahwa harga pasar tidak pernah bergerak lurus. Koreksi 10–15% pada Bitcoin adalah hal normal karena aset ini diperdagangkan 24/7.
  • Doug Colkitt dari Fogo menambahkan, banyak trader masuk dengan posisi leverage ketika Bitcoin naik ke $124K. Begitu biaya pendanaan naik, pasar otomatis melakukan koreksi.

Faktor Penyebab Penurunan

Beberapa alasan yang mendorong turunnya harga Bitcoin antara lain:

  • Aksi ambil untung dari investor setelah kenaikan tajam.
  • Tingginya biaya pendanaan di pasar derivatif.
  • Likuiditas tipis selama bulan Agustus.
  • Penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi, yang menekan minat pada aset berisiko.
  • Aliran dana ETF Bitcoin yang mulai melambat setelah sempat deras di awal Agustus.

Perpindahan ke Altcoin

Sebagian investor mulai memindahkan dana dari Bitcoin ke aset kripto lain, terutama Ethereum (ETH).

  • Greg Magadini dari Amberdata mengatakan, banyak dana beralih ke ETH karena perannya di Web3, DeFi, serta peluang staking.
  • ETF berbasis ETH juga bisa segera mendapat persetujuan, yang dapat menarik lebih banyak investor.
  • Perusahaan-perusahaan kini juga mulai menambah ETH ke dalam portofolio treasury mereka, bukan hanya BTC.

Arah Pasar ke Depan

  • Tom Bruni dari Stocktwits mencatat dominasi pasar Bitcoin turun dari 66% menjadi 57%, karena arus dana mengalir ke altcoin seperti Ethereum dan Ripple.
  • Namun, altcoin besar masih kesulitan menembus level resistensi yang dicapai pada 2021.
  • September biasanya bulan yang lemah bagi aset berisiko. Bitcoin juga sudah kehilangan support di USD 110.000, dengan level berikutnya di USD 100.000.
  • Untuk Ethereum, support penting berada di USD 3.900.

Ke depan, pelaku pasar menunggu data inflasi dan ketenagakerjaan AS, serta kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Jika pemangkasan suku bunga terjadi, banyak yang memprediksi altcoin seperti Ethereum dan Ripple bisa kembali reli.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023