Binance Berpotensi Kembali Layani Pengguna Kripto di Filipina Setelah Patuhi Regulasi SEC

Berita Crypto , Friday, 19 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Binance Diizinkan Kembali Berikan Akses Trading Kripto di Filipina Lewat Kerja Sama dengan BlockShoals

Binance kembali mendapat peluang untuk melayani pengguna kripto di Filipina melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi lokal, BlockShoals Technologies. Meski begitu, Binance dan BlockShoals belum memiliki izin untuk menangani transfer mata uang peso Filipina atau layanan lain yang berada di bawah pengawasan bank sentral negara tersebut.

Marie Antonette Quiogue, Head of Legal BlockShoals, mengatakan operasional Binance di Filipina saat ini berjalan di bawah kerangka regulasi Crypto Asset Service Provider (CASP) yang diawasi oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina. Dalam kerja sama ini, BlockShoals berperan sebagai perantara yang menghubungkan pengguna Filipina dengan platform global Binance untuk aktivitas trading aset kripto.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Binance untuk kembali masuk ke pasar Filipina setelah sebelumnya menghadapi pembatasan akses dari regulator pada 2024 akibat persoalan perizinan. Saat ini, BlockShoals juga ikut serta dalam program uji coba regulasi SEC bernama Strategic Sandbox (StratBox).

Namun, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) selaku bank sentral Filipina menegaskan bahwa hingga saat ini Binance maupun BlockShoals belum mengantongi lisensi resmi sebagai Virtual Asset Service Provider (VASP), izin yang diperlukan untuk menjalankan layanan tertentu terkait aset digital.

BSP juga menegaskan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam sandbox regulasi tidak otomatis membebaskan mereka dari kewajiban mematuhi aturan atau lisensi lain yang diwajibkan regulator.

Menanggapi hal itu, Quiogue membenarkan bahwa Binance dan BlockShoals memang belum mengajukan lisensi VASP. Namun menurutnya, aktivitas perdagangan aset kripto (crypto trading) berada di bawah kewenangan SEC, bukan bank sentral.

Ia menjelaskan bahwa Binance dan BlockShoals saat ini tidak menangani perpindahan dana dalam peso Filipina, sehingga layanan yang diberikan masih berada dalam ruang lingkup aturan SEC.

Jika di masa depan Binance dan BlockShoals ingin menawarkan produk lain yang berada di bawah regulator berbeda, maka keduanya wajib memperoleh izin tambahan dari lembaga terkait.

Sebelumnya, Binance mulai mendapat tekanan regulator Filipina pada November 2023 setelah SEC menyatakan platform tersebut tidak memiliki izin untuk menawarkan layanan investasi atau sekuritas di negara tersebut.

Pada Maret 2024, SEC kemudian meminta otoritas telekomunikasi Filipina untuk memblokir akses ke situs Binance. Setelah itu, beberapa penyedia layanan internet mulai membatasi akses pengguna ke platform tersebut.

Meski sempat diblokir, saat ini platform Binance dilaporkan sudah kembali dapat diakses oleh pengguna di Filipina.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023