Bitcoin Anjlok ke Level Terendah sejak Oktober 2024, Tekanan Bear Market Meningkat

Berita Crypto , Thursday, 25 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin (BTC) turun ke level US$59.023 pada Rabu (24/6), menandai harga terendah sejak 10 Oktober 2024. Pelemahan ini terjadi di tengah koreksi saham teknologi dan berlanjutnya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot, yang semakin menekan pasar kripto.

Ini merupakan kali ketiga sepanjang tahun ini Bitcoin diperdagangkan di bawah level US$60.000. Dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebesar US$126.080 pada Oktober 2025, harga BTC kini telah terkoreksi sekitar 52%.

Arus Keluar ETF Bitcoin Berlanjut

Menurut data SoSoValue, ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar US$182 juta sepanjang pekan ini. Jika tren tersebut berlanjut, maka ETF Bitcoin akan membukukan tujuh pekan berturut-turut mengalami outflow.

Total aset kelolaan ETF Bitcoin juga menyusut menjadi US$77,5 miliar, turun dari sekitar US$113 miliar pada akhir 2025.

Modal Beralih ke Sektor Lain

Investor terlihat mulai mengalihkan dana mereka ke saham berbasis kecerdasan buatan (AI), penawaran saham perdana (IPO), serta pasar prediksi sepanjang 2026. Pergeseran modal ini mengurangi likuiditas yang mengalir ke Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Di sisi regulasi, pasar juga belum mendapatkan dorongan positif yang diharapkan. CLARITY Act, rancangan undang-undang yang bertujuan menciptakan kerangka regulasi pasar kripto di Amerika Serikat, masih menghadapi proses pembahasan di Kongres. Jika pembahasannya tertunda hingga setelah masa reses musim panas, pasar berpotensi kehilangan salah satu katalis positif yang dinantikan investor.

Investor Institusional Redam Volatilitas

Meski sentimen pasar masih cenderung negatif, meningkatnya partisipasi investor institusional dinilai membantu menahan volatilitas Bitcoin dibandingkan siklus bear market sebelumnya.

Direktur Strategi dan Riset Bitcoin di OranjeBTC, Sam Callahan, mengatakan bahwa basis investor Bitcoin saat ini jauh lebih besar dan likuid. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pergerakan harga Bitcoin tidak lagi sefluktuatif seperti pada periode bear market di masa lalu.

Ke depan, pergerakan Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh arus dana ETF serta kemampuan pasar mempertahankan level support setelah sejumlah analis mulai mengidentifikasi potensi terbentuknya dasar harga (market bottom).

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023