Bitcoin Bersiap Catat Performa Juni Terburuk Sejak 2022, Analis Prediksi Rebound pada Oktober
Bitcoin Berpotensi Catat Kinerja Juni Terburuk Sejak Bear Market 2022
Bitcoin sedang bergerak menuju performa bulan Juni terlemah sejak 2022, periode yang menandai fase terdalam dari siklus bear market sebelumnya.
Berdasarkan data CoinGecko, harga BTC saat ini berada di level US$63.781, naik 1,21% dalam 24 jam terakhir dan menguat 5,01% dalam sepekan. Meski mencatat pemulihan jangka pendek, performa Bitcoin secara bulanan masih terlihat kurang meyakinkan bagi investor bullish.
Bitcoin Terancam Cetak Juni Terburuk, Faktor Musiman Jadi Sorotan
Data historis kini menjadi perhatian utama trader sepanjang bulan ini. Analis kripto Daan Crypto Trades menilai periode Juli, Agustus, hingga September biasanya menjadi fase pasar yang cenderung bergerak lambat.
Likuiditas yang menurun selama musim panas secara historis membuat volatilitas pasar ikut melemah dalam tiga bulan tersebut. Pergerakan harga besar biasanya baru muncul saat memasuki bulan Oktober.
Pandangan mengenai Oktober juga semakin diperhatikan karena berkaitan dengan pola siklus empat tahunan Bitcoin. Menurut Daan Crypto Trades, periode tersebut berpotensi menjadi akhir dari fase bearish saat ini berdasarkan model siklus tersebut.
Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir tercatat sekitar US$24,28 miliar menurut CoinGecko. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pasar masih berada di level moderat, namun belum ada momentum breakout yang kuat.
Pasar kripto saat ini masih bergerak dalam pola sideways menjelang pertengahan Juni. Belum ada sentimen besar yang cukup kuat untuk mendorong harga bergerak tegas ke arah tertentu.
Secara historis, musim panas sering memicu pergerakan harga yang tidak stabil dengan arah pasar yang belum jelas. Pola ini diperkirakan membuat BTC tetap bergerak dalam kisaran harga saat ini dalam jangka pendek, sementara trader masih menahan diri untuk membuka posisi besar.
Trader Pantau Level US$65.000 dan US$66.800
Pergerakan harga Bitcoin di dekat area resistance kembali menarik perhatian pasar akhir pekan ini.
Analis Lennaert Snyder mengatakan Bitcoin sempat menyapu area resistance sebelum akhirnya mengalami penolakan harga. Kenaikan tersebut sempat memicu likuidasi posisi short, tetapi belum diikuti tekanan jual besar setelahnya.
Snyder menyoroti level US$65.000 sebagai area penting berikutnya bagi trader yang mencari peluang short. Sementara level US$66.800 menjadi zona kedua yang saat ini sedang dipantau.
Kedua level tersebut dinilai membutuhkan konfirmasi tambahan sebelum membuka posisi. Untuk skenario bullish, area US$61.000 hingga US$62.000 masih menjadi zona support yang diperhatikan.
Area support bawah juga terus dipantau untuk potensi rebound. Meski begitu, Snyder mengatakan pandangannya saat ini masih cenderung bearish, sejalan dengan pola musiman pasar yang biasanya melemah.
Sementara itu, analis Astronomer Zero melihat potensi area bottom Bitcoin berada di sekitar US$60.000 dalam timeframe jangka panjang.
Ia mengatakan prediksi tersebut masih berlaku meski harga BTC saat ini masih berada di atas level tersebut. Menurutnya, gambaran pasar secara makro belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan.