Bitcoin dan Emas Serentak Melemah, Investor Kripto Dibuat Bingung oleh Kondisi Ini

Berita Crypto , Monday, 29 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin dan Emas Kompak Melemah di 2026, Kondisi Langka Bikin Investor Waspada

Bitcoin (BTC) dan emas sama-sama mengalami tekanan besar sepanjang 2026. Menurut analis pasar Charlie Bilello, Bitcoin tercatat turun 31% sejak awal tahun, sementara emas melemah 6%, menjadikan keduanya sebagai dua aset utama dengan performa terburuk sejauh tahun ini.

Kondisi ini tergolong tidak biasa karena secara historis Bitcoin dan emas jarang mengalami pelemahan secara bersamaan.

Penurunan tersebut menunjukkan investor mulai mengurangi eksposur mereka terhadap aset penyimpan nilai, baik aset tradisional seperti emas maupun aset alternatif seperti Bitcoin. Sebaliknya, dana investor kini cenderung mengalir ke instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Bilello mengatakan 2026 menjadi tahun pertama dalam sejarah ketika Bitcoin dan emas sama-sama masuk daftar aset utama dengan kinerja terburuk dalam satu tahun kalender.

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab kondisi ini, mulai dari suku bunga global yang bertahan tinggi dalam waktu lama, meningkatnya ketegangan geopolitik pada awal 2026, hingga maraknya kasus peretasan dan eksploitasi di industri kripto.

Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$60.237 setelah mengalami tekanan jual besar sepanjang tahun. Sementara itu, harga emas berada di level US$4.071, dengan rasio Bitcoin terhadap emas (Bitcoin-to-Gold ratio) tercatat di angka 14,63 atau turun tipis dibanding hari sebelumnya.

Data yang membandingkan pergerakan pasar pada Juni 2025 dan Juni 2026 juga menunjukkan perubahan besar dalam hubungan harga Bitcoin dan emas. Sepanjang 2025, korelasi kedua aset ini beberapa kali bergerak naik turun antara positif dan negatif.

Pada paruh kedua 2025, Bitcoin sempat melonjak di atas US$110.000, sementara emas terus menguat secara bertahap. Emas sempat bertahan kuat ketika Bitcoin mulai mengalami penurunan tajam pada Februari 2026, dari sekitar US$90.000 menuju level US$60.000.

Namun memasuki Juni 2026, kedua aset tersebut justru mulai turun bersamaan, membuat korelasi pergerakannya berubah menjadi positif kuat.

Analis Bitcoin Adam Livingston menilai bahwa 2026 kini resmi menjadi periode paling oversold bagi Bitcoin jika dibandingkan dengan emas sepanjang sejarah.

Secara historis, Bitcoin dan emas biasanya bergerak berlawanan arah saat terjadi ketidakpastian ekonomi global.

Sebagai contoh, saat gejolak pasar akibat pandemi COVID-19 pada Maret 2020, Bitcoin naik 21%, sementara indeks S&P 500 hanya naik 2% dan emas menguat 3%.

Pola serupa juga pernah terlihat saat perang Rusia-Ukraina, krisis perbankan Amerika Serikat, hingga konflik AS-Iran pada 2026.

Pergerakan tidak biasa sepanjang 2026 ini kini menjadi perhatian investor, karena dua aset yang selama ini dianggap sebagai instrumen lindung nilai justru sama-sama mengalami pelemahan dalam waktu bersamaan.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023