Bitcoin Tertekan ke Level US$60.000, Sikap Hawkish The Fed dan Arus Keluar ETF Picu Pelemahan Pasar Kripto

Berita Crypto , Wednesday, 24 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin Tertekan Mendekati Level $60.000 di Tengah Tekanan Makro dan Arus Keluar ETF

Bitcoin terus menghadapi tekanan jual sepanjang pekan ini dan semakin mendekati level psikologis penting di angka $60.000, seiring kombinasi tantangan makroekonomi dan keluarnya dana institusional dari pasar crypto.

Cryptocurrency terbesar di dunia itu tercatat turun 2,5% ke level $62.674,70 pada Selasa, 23 Juni. Angka ini menunjukkan penurunan lebih dari 50% dari puncaknya pada Oktober 2025 di level $126.000.

Tekanan jual semakin meningkat setelah muncul komentar bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed). Dalam pertemuan kebijakan pekan lalu yang dipimpin ketua baru Kevin Warsh, bank sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga saat ini sekaligus menghapus sinyal sebelumnya terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga. Mayoritas pejabat The Fed kini justru mendukung kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset non-yielding seperti Bitcoin, karena investor cenderung beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan hampir 70% kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang.

Perhatian pasar kini tertuju pada laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Kamis. Para ekonom memproyeksikan inflasi inti PCE naik 3,4% secara tahunan pada Mei, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.

Analis Nexo, Dessislava Ianeva, mengatakan bahwa kejutan inflasi yang lebih tinggi dapat memperkuat dolar AS dan menjadi tekanan tambahan bagi Bitcoin setelah pertemuan FOMC bulan Juni.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran juga menambah tekanan pasar. Konflik tersebut memicu penutupan Selat Hormuz, yang meningkatkan volatilitas pasar energi global sekaligus menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Arus Keluar ETF Bitcoin Masih Berlanjut

ETF spot Bitcoin yang diperdagangkan di Amerika Serikat tercatat mengalami arus keluar dana selama enam minggu berturut-turut.

Sekitar $160 juta keluar dari produk investasi tersebut hanya dalam pekan ini. Dalam periode 30 hari terakhir, total arus keluar bersih dari ETF spot Bitcoin telah melampaui $6 miliar.

Co-founder platform tokenisasi crypto TX, Mike McCluskey, menyoroti pentingnya arus dana ETF terhadap pergerakan pasar. Menurutnya, selama belum ada pembalikan arah pada data arus dana, reli kenaikan Bitcoin kemungkinan masih akan menghadapi tekanan.

Selain itu, Coinbase Premium Index menunjukkan Bitcoin diperdagangkan dengan harga diskon di Coinbase, yang mengindikasikan partisipasi investor ritel di Amerika Serikat masih cenderung lemah.

Level Support Penting Sedang Diuji

Analis crypto Ali Charts mengidentifikasi zona harga penting berdasarkan data on-chain. Lebih dari 1,3 juta BTC berpindah tangan di kisaran $60.000 hingga $63.000, menjadikan area tersebut sebagai konsentrasi volume terbesar saat ini.

Menurut Ali Charts, level $60.587 menjadi support penting yang harus dipertahankan untuk menjaga tren harga saat ini. Jika level tersebut ditembus, Bitcoin berpotensi turun lebih jauh menuju $46.702, area di mana sekitar 150.000 BTC sebelumnya berpindah tangan.

Tekanan tambahan juga datang dari melemahnya sektor teknologi di Wall Street. Indeks Nasdaq Composite turun lebih dari 2% pada perdagangan Selasa, memperkuat sentimen risk-off yang turut menyeret pasar crypto.

Dengan data inflasi PCE yang akan dirilis Kamis serta arus keluar ETF yang masih negatif, pelaku pasar kini fokus melihat apakah Bitcoin mampu bertahan di atas level support $60.587 atau kembali melanjutkan tren penurunan.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023