Bitcoin Anjlok di Bawah $63.000, Likuidasi Kripto Capai Ratusan Juta Dolar
Bitcoin turun di bawah $63.000 pada 3 Juni, mencetak level terendah sejak 24 Februari. Koreksi ini memperburuk tren pelemahan, setelah harga BTC turun lebih dari 14% dalam sepekan.
Likuidasi Besar Guncang Pasar Kripto
Penurunan tajam Bitcoin memicu gelombang likuidasi di pasar kripto. Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi tercatat berada di kisaran $1,1 miliar hingga $1,8 miliar.
Trader dengan posisi long menjadi pihak yang paling terdampak, dengan lebih dari $945 juta posisi terlikuidasi. Bitcoin menjadi aset dengan kontribusi likuidasi terbesar, bahkan dalam beberapa data nilainya menembus $800 juta.
Secara bulanan, harga Bitcoin kini sudah melemah lebih dari 21%.
ETF Bitcoin Catat Outflow Beruntun
Tekanan pasar juga datang dari ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat yang mencatat arus keluar dana (outflow) selama 13 hari perdagangan berturut-turut, dengan total mencapai sekitar $4,4 miliar.
Sentimen negatif dipicu oleh beberapa faktor, seperti aksi jual investor institusi, kekhawatiran distribusi BTC dari kasus Mt. Gox, serta peralihan fokus investor ke sektor Artificial Intelligence (AI) yang kini menarik lebih banyak modal.
Di saat yang sama, volatilitas Bitcoin meningkat. Indikator 30-day implied volatility naik ke level 53,17, tertinggi sejak April 2026.
Level Harga yang Perlu Diperhatikan
Analis kini memantau area $60.000 sebagai support utama Bitcoin. Jika level ini gagal bertahan, BTC berpotensi turun lebih dalam ke kisaran $50.000 hingga $52.500.
Selain itu, open interest pada kontrak futures Bitcoin masih relatif tinggi, yang berarti pasar masih berisiko mengalami gelombang likuidasi lanjutan jika tekanan jual terus berlanjut.