Harga Ethereum (ETH) Terancam Turun 30% Meski Whale Akumulasi ETH Jutaan Dolar

Berita Crypto , Thursday, 25 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Ethereum (ETH) masih bergerak di kisaran US$1.615 pada Rabu, mencatat penurunan lebih dari 3% di tengah berlanjutnya tekanan bearish pada berbagai indikator pasar.

Salah satu metrik on-chain penting, yaitu ETH Realized Price Lower Band, saat ini berada di sekitar US$1.150. Pada siklus bear market sebelumnya pada 2018 dan 2022, harga Ethereum sempat membentuk titik terendahan di area tersebut. Jika pola historis kembali terulang, ETH berpotensi mengalami penurunan tambahan sekitar 30% dari level saat ini.

Analis kripto Ted Pillows menyoroti risiko tersebut dan menyebut tekanan jual masih kuat di atas level US$1.700, sehingga membatasi ruang kenaikan harga. Menurutnya, selama Ethereum belum mampu menembus dan kembali bertahan di atas US$1.700 dengan dukungan permintaan spot yang kuat, peluang terciptanya level terendah baru akan semakin besar.

Dari sisi teknikal, ETH masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 20 hari, 50 hari, dan 100 hari yang berada di rentang US$1.740 hingga US$2.050. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 34, yang menunjukkan kondisi mendekati area jenuh jual (oversold).

Jika tekanan jual terus berlanjut, level support terdekat berada di US$1.611, diikuti US$1.524 dan US$1.404. Apabila harga menembus area tersebut, ETH berpotensi turun lebih jauh menuju US$1.156.

Data arus bersih bursa (exchange net flow) juga menunjukkan peningkatan dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini mengindikasikan lebih banyak ETH dipindahkan ke bursa perdagangan, yang umumnya dianggap sebagai sinyal persiapan untuk aksi jual.

Institusi Besar Terus Akumulasi ETH

Meski pasar masih berada dalam tekanan, sejumlah investor institusi besar tetap melakukan akumulasi Ethereum.

Pada 23 Juni, dompet kripto yang terkait dengan perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz (a16z) menarik 25.560 ETH senilai sekitar US$42,62 juta dari Binance.

Di hari yang sama, BitMine yang berafiliasi dengan Tom Lee membeli tambahan 35.138 ETH senilai sekitar US$58,65 juta. Dalam sepekan sebelumnya, perusahaan tersebut juga telah menginvestasikan US$92 juta untuk mengakumulasi 52.203 ETH.

Sementara itu, SharpLink, yang dikenal sebagai entitas treasury Ethereum terbesar kedua, kembali melakukan staking sebanyak 509 ETH. Dengan tambahan tersebut, total ETH yang telah di-staking perusahaan mencapai 22.102 ETH.

Data Distribusi Tunjukkan Kepercayaan Whale

Data dari Santiment menunjukkan bahwa kelompok whale terbesar yang menguasai antara 10 juta hingga 100 juta ETH terus menambah kepemilikannya hingga mencapai sekitar 135,2 juta ETH. Kelompok investor menengah juga tercatat melakukan akumulasi sejak akhir Mei.

Sebaliknya, alamat yang memegang 10.000–100.000 ETH dan 100.000–1 juta ETH justru mengurangi kepemilikannya. Hal ini mengindikasikan adanya redistribusi aset di antara investor, bukan aksi jual besar-besaran secara menyeluruh.

Di sisi lain, ETF spot Ethereum di Amerika Serikat masih mencatat arus keluar dana. Pada Selasa saja, produk investasi tersebut mengalami outflow sebesar US$82,3 juta. Sepanjang Juni, total dana yang keluar mencapai US$346,39 juta, setelah sebelumnya mencatat outflow sebesar US$540,88 juta pada Mei.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023