Kontrak Berjangka Perpetual Kripto Resmi Meluncur di AS, tetapi Bitcoin Diperkirakan Mendominasi Perdagangan Awal
Futures Perpetual Kripto Teregulasi AS Milik Kalshi Resmi Meluncur, Bitcoin Diperkirakan Jadi Andalan
Kalshi resmi meluncurkan perdagangan futures perpetual kripto yang telah diatur di Amerika Serikat (AS). Peluncuran ini menandai dimulainya perdagangan setelah sebelumnya memperoleh persetujuan dari regulator.
Platform tersebut kini menawarkan kontrak futures perpetual untuk sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, hingga HYPE. Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi pasar derivatif kripto di AS, meski keberhasilan produk tersebut masih bergantung pada minat para trader.
Bitcoin Punya Keunggulan Awal
Setelah perdagangan dimulai, perhatian pasar kini beralih dari aspek regulasi ke performa pasar. Trader akan menilai berbagai faktor, seperti likuiditas, spread harga, biaya transaksi, tingkat leverage, funding rate, hingga kualitas eksekusi transaksi.
Di antara seluruh aset yang tersedia, Bitcoin dinilai memiliki peluang terbesar untuk menarik volume perdagangan. Hal ini didukung oleh likuiditas yang paling dalam, volume perdagangan spot yang besar, serta acuan harga yang sudah dikenal luas oleh pelaku pasar.
Sementara itu, aset kripto lain masih perlu membangun likuiditas dan aktivitas perdagangan agar mampu bersaing.
Regulasi Membuka Jalan
Sebelumnya, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) telah menyetujui kontrak futures perpetual Bitcoin milik KalshiEX pada 29 Mei. Regulator juga menerbitkan panduan tambahan yang memungkinkan kontrak futures perpetual aset digital beroperasi sesuai aturan pasar berjangka di AS.
Meski begitu, persetujuan regulator bukan jaminan produk akan sukses. Pasar futures membutuhkan partisipasi trader, market maker, serta likuiditas yang stabil, terutama saat volatilitas pasar meningkat.
Likuiditas Akan Menjadi Penentu
Kalshi menawarkan batas leverage yang berbeda untuk setiap aset. Berdasarkan informasi perusahaan, Bitcoin memiliki leverage hingga 5,9x, Ethereum 4,5x, Solana 2,7x, XRP 2,8x, dan HYPE 2,2x.
Kalshi juga menggunakan indeks harga dari CF Benchmarks sebagai acuan perhitungan funding rate dan penyelesaian kontrak, dengan Bitcoin mengacu pada Bitcoin Real Time Index.
Faktor-faktor tersebut akan menentukan daya tarik produk bagi trader. Spread yang ketat, likuiditas tinggi, funding rate yang stabil, serta eksekusi transaksi yang baik akan menjadi kunci apakah trader tetap menggunakan platform ini dalam jangka panjang.
Altcoin Menghadapi Persaingan Lebih Berat
Meski Kalshi telah menyediakan beberapa aset kripto, setiap altcoin masih harus membuktikan mampu menarik volume perdagangan yang cukup besar.
Ethereum memiliki infrastruktur pasar yang lebih matang dibanding sebagian besar aset kripto lainnya, tetapi tetap harus bersaing dengan bursa derivatif global yang sudah mapan. Solana dan XRP juga memiliki pasar spot yang aktif, namun kontrak futures keduanya masih harus membangun likuiditas agar menarik bagi trader profesional.
Sementara itu, HYPE menjadi aset yang cukup unik karena berkaitan erat dengan ekosistem Hyperliquid yang telah dikenal menyediakan beragam produk futures perpetual dengan pilihan leverage yang lebih tinggi.
Bursa Luar Negeri Masih Mendominasi
Kalshi memasuki pasar yang saat ini masih didominasi oleh bursa kripto luar negeri.
Platform seperti Hyperliquid menawarkan lebih dari 100 kontrak futures perpetual dengan leverage hingga 40x. Di sisi lain, Coinbase juga telah menghadirkan jalur yang memungkinkan nasabah di AS mengakses produk futures perpetual global melalui kerja sama dengan Deribit.
Kondisi ini membuat trader di AS memiliki lebih banyak pilihan selain hanya menggunakan bursa domestik.
Adopsi Pasar Akan Menjadi Penentu
Keberhasilan futures perpetual kripto milik Kalshi pada akhirnya akan ditentukan oleh tingkat penggunaan platform oleh para trader.
Bitcoin diperkirakan akan menjadi aset dengan volume perdagangan terbesar karena didukung likuiditas yang kuat dan posisi pasar yang sudah mapan. Tantangan berikutnya adalah apakah Ethereum, Solana, XRP, dan HYPE mampu membangun volume transaksi yang cukup sehingga menjadi pasar yang likuid dan kompetitif.
Untuk saat ini, Bitcoin dinilai memiliki peluang terbesar menjadi kontrak futures perpetual yang paling sukses di platform Kalshi. Sementara itu, prospek altcoin akan bergantung pada perkembangan volume perdagangan, likuiditas, dan minat pasar dalam beberapa waktu ke depan.