Layanan Kartu Ready USDC untuk Pengguna di Luar Kawasan EEA Dihentikan Akibat Migrasi Penerbit Kartu Kripto
Layanan Ready Card untuk Pengguna di Luar EEA Dihentikan Akibat Pergantian Penerbit Kartu
Pengguna Ready Card di luar wilayah European Economic Area (EEA) dilaporkan mengalami penghentian layanan secara mendadak setelah terjadi pergantian mitra penerbit kartu. Informasi ini diketahui dari pemberitahuan yang dibagikan pengguna di platform X.
Pengguna Stablecoin Terdampak Perubahan Penyedia Kartu
Menurut informasi yang dibagikan akun TapSatoshi, layanan Ready Card dihentikan bagi pengguna non-EEA karena adanya perubahan pada perusahaan penerbit kartu.
Ready Card merupakan kartu debit crypto berbasis self-custody yang memungkinkan pengguna membelanjakan USDC, stablecoin milik Circle, di seluruh merchant yang menerima jaringan Mastercard.
Meskipun aset crypto tetap berada dalam kendali pengguna melalui wallet pribadi, fungsi pembayaran kartu tetap bergantung pada pihak ketiga seperti jaringan pembayaran, penerbit kartu, aturan regional, serta persyaratan kepatuhan regulasi.
Menunjukkan Keterbatasan Utilitas Stablecoin
Stablecoin selama ini dikenal sebagai aset digital yang bisa digunakan lintas negara seperti dolar digital. Namun kasus Ready Card menunjukkan bahwa penggunaan stablecoin dalam transaksi sehari-hari tetap bergantung pada infrastruktur keuangan tradisional yang diatur secara ketat.
Hal ini menegaskan bahwa menyimpan aset USDC di wallet pribadi berbeda dengan kemampuan menggunakan aset tersebut untuk pembayaran langsung melalui kartu debit crypto.
Regulasi MiCA Jadi Latar Belakang Tambahan
Penghentian layanan ini juga terjadi di tengah penerapan regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets) di Eropa, yang mendorong perusahaan crypto dan mitra pembayaran menjadi lebih berhati-hati dalam menyediakan layanan lintas wilayah.
Seiring aturan yang semakin jelas, perusahaan penerbit kartu kini cenderung membatasi layanan di wilayah yang dianggap memiliki risiko kepatuhan lebih tinggi.
Jadi Pengingat bagi Industri Crypto
Kasus Ready Card menjadi pengingat bahwa perkembangan adopsi stablecoin tidak hanya bergantung pada blockchain atau teknologi wallet, tetapi juga pada hubungan dengan perusahaan pembayaran tradisional yang memiliki izin operasional di berbagai negara.
Selama infrastruktur tersebut belum sepenuhnya matang, produk pembayaran crypto seperti kartu stablecoin masih rentan mengalami gangguan layanan secara tiba-tiba.