Penambang Bitcoin Terbesar China Prediksi Harga BTC Turun ke Area US$42.000-US$44.000 pada Akhir 2026

Berita Crypto , Thursday, 25 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Penambang Bitcoin Terbesar China Prediksi BTC Sentuh Titik Terendah Bear Market di Kisaran US$42.000-US$44.000 pada Akhir 2026

Jiang Zhuoer, salah satu penambang Bitcoin paling terkenal di China, memperkirakan Bitcoin (BTC) akan mencapai titik terendah siklus bear market antara Oktober hingga Desember 2026.

Ia memprediksi harga dasar BTC berada di kisaran US$42.000 hingga US$44.000 berdasarkan model siklus jangka panjang serta penurunan rasio mNAV milik Strategy.

Dalam unggahan di platform X, Jiang menyebut rasio mNAV Strategy telah turun ke level 0,72. Menurutnya, angka tersebut mendekati level 0,7 yang tercatat pada 11 Mei 2022 saat terjadi perubahan siklus pasar sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa level tersebut hanya menunjukkan kemungkinan area terendah mNAV, bukan konfirmasi bahwa Bitcoin telah mencapai titik terendahnya.

Jiang juga mengaitkan kondisi ini dengan meningkatnya tekanan terhadap sentimen pasar yang terkait dengan Strategy, termasuk setelah terjadinya de-pegging pada STRC. Menurutnya, situasi tersebut dapat membuka peluang arbitrase dengan strategi long pada saham MSTR dan short pada Bitcoin. Meski begitu, komentarnya lebih berfokus pada perkiraan waktu terbentuknya dasar pasar, bukan sinyal bullish jangka pendek untuk BTC.

Model mNAV Jadi Dasar Prediksi

Jiang menggunakan indikator mNAV (market net asset value) untuk membandingkan harga saham Strategy dengan nilai Bitcoin yang mendukung setiap lembar sahamnya. Rasio di atas 1 menunjukkan saham diperdagangkan dengan premi, sedangkan rasio di bawah 1 mengindikasikan minat pasar yang lebih rendah dibandingkan nilai aset Bitcoin yang dimiliki perusahaan.

Menurut Jiang, siklus sebelumnya menunjukkan adanya jeda waktu antara titik terendah mNAV dan titik terendah harga Bitcoin. Pada Mei 2022, mNAV Strategy mencapai titik terendah ketika Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar US$31.017. Namun, BTC baru mencapai dasar siklusnya di sekitar US$15.476 pada 21 November 2022, atau sekitar enam bulan kemudian.

Berdasarkan model tersebut, Jiang memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai titik terendah bear market pada 31 Oktober 2026 di sekitar US$44.016. Ia juga mengakui bahwa modelnya lebih akurat dalam memprediksi waktu dibandingkan level harga. Karena itu, ia memperkirakan area dasar Bitcoin berada di kisaran US$42.000 hingga US$44.000.

Tekanan Pasar Tambah Sentimen Negatif

Prediksi tersebut muncul ketika Bitcoin masih menghadapi tekanan setelah kehilangan sejumlah level support penting pada Juni. BTC sempat turun di bawah US$60.000 untuk kedua kalinya bulan ini, memicu likuidasi lebih dari US$850 juta di pasar kripto.

Aksi jual juga berdampak pada saham Strategy yang mengalami penurunan tajam karena investor mengurangi eksposur terhadap saham yang berkaitan dengan aset kripto.

Sementara itu, sejumlah analis masih memantau area US$60.000 hingga US$62.000 sebagai zona penting bagi Bitcoin. Beberapa proyeksi bahkan memperkirakan BTC dapat turun ke US$50.000, US$45.000, hingga US$40.000 sebelum 2027. Meski demikian, tidak ada model yang dapat memastikan secara pasti titik terendah harga Bitcoin di masa depan.

Masih Sebatas Proyeksi

Jiang menegaskan bahwa prediksinya hanyalah pandangan pasar dan bukan hasil yang pasti terjadi. Pergerakan Bitcoin tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti likuiditas pasar, arus dana ETF spot Bitcoin, ekspektasi suku bunga, penggunaan leverage di bursa kripto, serta kondisi makroekonomi global.

Ia mengaku telah menjual sebagian kepemilikan Bitcoin spot dan membuka posisi short untuk perdagangan jangka pendek hingga menengah. Jiang berencana kembali mengakumulasi Bitcoin ketika harga mendekati area yang diproyeksikannya sebagai dasar bear market.

Menurutnya, ujian utama bagi prediksi tersebut adalah apakah rasio mNAV Strategy masih mampu menjadi indikator awal bagi pergerakan harga Bitcoin. Jika hubungan tersebut melemah, perhatian pasar kemungkinan akan kembali berfokus pada permintaan Bitcoin di pasar spot dan faktor fundamental lainnya.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023