Sinyal Bullish untuk ETH? Staking Ethereum Capai Level Rekor 33%

Berita Crypto , Tuesday, 16 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Sepertiga Pasokan Ethereum Kini Terkunci di Staking, Cetak Rekor Baru

Sekitar 1 dari setiap 3 token Ethereum (ETH) saat ini telah masuk ke dalam staking, dengan rasio staking Ethereum mencapai 32,7% dari total pasokan yang beredar, level tertinggi sepanjang sejarah jaringan.

Artinya, sekitar 39,5 juta ETH kini terkunci dalam kontrak staking, dengan nilai diperkirakan mencapai US$70 miliar hingga US$80 miliar berdasarkan harga ETH saat ini.

Staking Ethereum Terus Bertumbuh

Rasio staking Ethereum pertama kali menembus 30% pada April 2026, dan hanya dalam beberapa bulan naik lagi melewati 32%.

Sebagai perbandingan, pada awal 2024, jumlah ETH yang di-staking masih berada di kisaran 26%.

Pertumbuhan ini terjadi setelah Ethereum beralih ke sistem Proof-of-Stake (PoS) melalui pembaruan The Merge, serta upgrade Shanghai yang memungkinkan pengguna menarik ETH yang sudah di-staking.

Saat ini, jaringan Ethereum memiliki lebih dari 890.000 validator aktif yang bertugas memproses transaksi dan menjaga keamanan jaringan. Untuk menjadi validator mandiri, pengguna harus memiliki 32 ETH.

Imbal Hasil Menurun, Minat Staking Tetap Tinggi

Seiring semakin banyak pengguna melakukan staking, imbal hasil staking mulai turun.

Saat ini, tingkat keuntungan staking Ethereum berada di kisaran 1,8% hingga 3% per tahun (APR), jauh lebih rendah dibandingkan masa awal ketika reward staking bisa mencapai level yang lebih tinggi.

Meski reward menurun, minat staking tetap meningkat berkat hadirnya platform liquid staking.

Platform ini memungkinkan investor melakukan staking dengan jumlah ETH berapa pun, tanpa harus memiliki 32 ETH. Pengguna juga akan menerima token yang masih bisa digunakan di ekosistem DeFi, sehingga aset tetap produktif.

Harga ETH Bergerak Fluktuatif

Dalam beberapa waktu terakhir, harga Ethereum bergerak di kisaran US$1.650 hingga US$1.800.

Meski harga masih mengalami fluktuasi, jumlah ETH yang masuk ke staking justru terus bertambah, menunjukkan kepercayaan investor jangka panjang terhadap Ethereum.

Dampaknya bagi Investor

Ketika sepertiga total pasokan ETH terkunci, maka jumlah ETH yang tersedia di pasar menjadi semakin terbatas.

Jika permintaan Ethereum terus meningkat dari sektor DeFi, NFT, dan ekosistem Layer-2, berkurangnya pasokan beredar berpotensi memberi dampak positif terhadap harga.

Namun investor juga perlu memperhatikan imbal hasil staking.

Jika reward staking turun di bawah 1,5% per tahun, ada kemungkinan sebagian investor mulai melepas staking (unstake) dan kembali menjual ETH ke pasar.

Risiko Sentralisasi Jadi Sorotan

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah risiko sentralisasi.

Jika terlalu banyak ETH terkonsentrasi pada penyedia staking besar, distribusi kekuatan validator bisa menjadi tidak seimbang dan memunculkan kekhawatiran terhadap tata kelola serta keamanan jaringan Ethereum.

Karena itu, investor tidak hanya perlu melihat berapa banyak ETH yang di-staking, tetapi juga siapa pihak yang mengendalikan staking tersebut.

Masih Ada Potensi Pertumbuhan

Blockchain lain seperti Solana diketahui memiliki rasio staking di atas 60%.

Ethereum memang baru mencetak rekor di level 32,7%, tetapi angka ini menunjukkan masih ada potensi pertumbuhan staking yang cukup besar di masa depan jika partisipasi terus meningkat.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023