Utang Obligasi Konversi Strategy Capai US$6,7 Miliar, Ini yang Diungkap di BTC Pragu

Berita Crypto , Thursday, 11 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Perdebatan mengenai kenaikan modal Strategy dan kekhawatiran terhadap potensi dilusi kembali mencuat dalam ajang BTC Prague pada Rabu. Dalam sesi panel, Executive Chairman Strategy Michael Saylor dan CEO Strike sekaligus Twenty One Capital, Jack Mallers, membahas faktor-faktor yang perlu diperhatikan investor saat menilai struktur permodalan perusahaan yang semakin kompleks.

Apa yang Masuk dalam Perhitungan mNAV?

Jack Mallers menanyakan kepada Saylor bagaimana ia mendefinisikan rasio multiple Net Asset Value (mNAV). Mallers menyoroti bahwa sebagian investor memasukkan surat utang yang diperdagangkan di bawah harga konversinya ke dalam perhitungan, dan mempertanyakan apakah pendekatan tersebut tepat.

Berdasarkan data yang dibahas dalam panel, Strategy saat ini memiliki utang obligasi konversi sebesar US$6,7 miliar. Namun, dengan harga saham perusahaan yang berada di level US$115, instrumen tersebut dinilai kecil kemungkinan akan dikonversi menjadi saham dalam kondisi pasar saat ini.

Sebagai informasi, mNAV merupakan rasio yang mengukur seberapa besar kapitalisasi pasar perusahaan dibandingkan nilai aset bersihnya, sehingga menunjukkan apakah saham diperdagangkan dengan premi atau diskon. Sementara itu, obligasi konversi adalah instrumen utang yang dapat ditukar menjadi saham jika memenuhi syarat tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Saylor mengatakan bahwa mNAV dapat dihitung dengan memasukkan nilai nominal obligasi konversi, saham biasa, dan saham preferen. Namun, ia menegaskan bahwa itu hanyalah salah satu metode penilaian. Investor juga dapat menggunakan metrik lain seperti nilai aset bruto per saham atau nilai aset bersih per saham, dengan memilih apakah akan memasukkan atau mengecualikan saham preferen maupun obligasi konversi dari perhitungan.

Saylor Tepis Kekhawatiran Dilusi

Mallers kemudian mempertanyakan jenis transaksi yang benar-benar dapat dianggap dilutif jika penerbitan saham baru untuk memperoleh dana tunai tidak dianggap sebagai tindakan yang menyebabkan dilusi.

Isu ini menjadi fokus utama dalam diskusi. Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, terus menjadi sorotan industri aset kripto karena memiliki cadangan Bitcoin yang sangat besar di neraca keuangannya.

Saylor berpendapat bahwa penerbitan saham untuk memperoleh modal tunai tidak otomatis bersifat dilutif. Menurutnya, pemegang saham tetap memperoleh manfaat karena perusahaan menerima aset nyata seperti uang tunai atau Bitcoin sebagai imbalannya.

Ia menilai strategi penghimpunan modal tersebut justru memperkuat neraca keuangan perusahaan, meningkatkan modal sendiri, serta mendukung profil kredit Strategy.

Untuk memperkuat argumennya, Saylor mengungkapkan bahwa Strategy baru saja menambah cadangan dolar AS sekitar US$100 juta. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan aset berbasis dolar perusahaan kini mencapai sekitar US$1 miliar.

Menurut Saylor, selama porsi utang dan saham preferen masih relatif kecil dibandingkan total aset perusahaan, maka metode perhitungan tertentu tidak akan terlalu memengaruhi kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Diskusi di BTC Prague menegaskan bahwa struktur modal Strategy tidak bisa dinilai hanya dari jumlah Bitcoin yang dimilikinya. Investor juga perlu memperhatikan komposisi utang, saham preferen, dan ekuitas ketika mengevaluasi rasio seperti mNAV maupun kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023