Alibaba (BABA) Melonjak 10%, FuelCell Energy (FCEL) Anjlok 18% dalam Perdagangan Rabu

Berita Crypto , Wednesday, 08 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak melemah pada Rabu pagi setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah serta keamanan jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Dow Jones Futures turun 1,08%, sementara S&P 500 Futures melemah 0,86%. Di sisi lain, kontrak berjangka Indeks Volatilitas Cboe (VIX) naik 2,03%, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor. Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dirilis pada sore hari.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,574%, yang kembali memberikan tekanan pada pasar saham karena biaya pinjaman tetap berada di level tinggi.

Alibaba Pimpin Daftar Saham Penguat

Alibaba menjadi saham dengan kinerja terbaik pada perdagangan Rabu setelah melonjak sekitar 10%.

Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan melaporkan bahwa kerugian di bisnis instant commerce menyusut pada kuartal Juni, sementara bisnis tersebut tetap mencatatkan profitabilitas secara keseluruhan. Kondisi ini berhasil meredakan kekhawatiran investor menjelang laporan keuangan Alibaba yang dijadwalkan rilis pada 28 Agustus.

Alibaba juga melaporkan pertumbuhan yang kuat pada bisnis cloud dan kecerdasan buatan (AI), sekaligus melanjutkan program pembelian kembali saham (share buyback). Penguatan Alibaba turut mendorong saham-saham teknologi China yang tercatat di Bursa Hong Kong seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek sektor tersebut.

Sementara itu, saham MasTec naik sekitar 2% setelah mengumumkan akuisisi Superior Group senilai sekitar US$1,65 miliar. Akuisisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan pendapatan, laba, dan arus kas perusahaan, dengan Superior diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar US$2,2 miliar hingga US$2,5 miliar pada tahun fiskal 2027.

FuelCell Energy dan Kura Sushi Tertekan

FuelCell Energy menjadi saham dengan pelemahan terbesar setelah anjlok 18%.

Penurunan terjadi usai perusahaan mengumumkan penawaran umum sebanyak 10,71 juta saham dengan harga US$21 per saham, yang berhasil menghimpun dana sekitar US$225 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas fasilitas produksi serta memenuhi kebutuhan modal kerja.

Sementara itu, saham Kura Sushi turun sekitar 5% setelah perusahaan memangkas proyeksi pendapatan tahun fiskal 2026 menjadi US$330,5 juta hingga US$331,5 juta, lebih rendah dibandingkan estimasi analis sebesar US$334,1 juta.

Meski pendapatan kuartal kedua tumbuh 16% secara tahunan (year-on-year/YoY), kenaikan biaya bahan makanan dan minuman akibat tarif impor memberikan tekanan terhadap prospek bisnis perusahaan. Manajemen menyebut peningkatan produktivitas tenaga kerja membantu memperbaiki margin operasional restoran.

Pasar Kripto dan Komoditas

Di pasar aset kripto, Bitcoin (BTC) turun 2,71% dan diperdagangkan di kisaran US$62.031.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent melonjak 5,61% akibat kekhawatiran bahwa ketegangan di sekitar Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan minyak global.

Di sisi lain, harga emas berjangka turun 2,30%. Bursa saham Asia juga ditutup di zona merah, dengan indeks Nikkei 225 Jepang melemah 2,11% dan Shanghai Composite China turun 0,49%.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023