Analis Peringatkan Level Kritis Bitcoin yang Menentukan Kelanjutan Bull Run
Bitcoin Bertahan di Tengah Konflik AS-Iran, Analis Sebut Rebut Kembali US$69.000 Bisa Jadi Sinyal Bull Market
Di tengah berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kembali ditutupnya Selat Hormuz yang memicu meningkatnya ketegangan geopolitik, Bitcoin kembali menunjukkan tanda-tanda penguatan. Meski kondisi pasar masih dipenuhi ketidakpastian, Bitcoin tetap mampu mempertahankan support di level US$60.000 dan terus menguji resistance di kisaran US$65.000.
Di tengah ketidakpastian tersebut, analis kripto Ali Martinez menyoroti pola historis Bitcoin. Menurutnya, dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin jarang diperdagangkan di bawah level all-time high (ATH) siklus sebelumnya dalam waktu yang lama selama fase bear market.
Martinez mengatakan bahwa level ATH dari siklus sebelumnya kerap menjadi area akumulasi yang menarik bagi investor jangka panjang.
Ia mencontohkan siklus pada 2015, ketika Bitcoin sempat turun di bawah ATH sekitar US$259 yang dicapai pada akhir 2013. Setelah itu, Bitcoin memasuki fase bull market dan mencatat kenaikan lebih dari 7.500%.
Pola serupa juga terjadi pada 2022. Setelah mencetak ATH baru pada 2021, harga Bitcoin turun hingga berada di bawah ATH siklus sebelumnya di sekitar US$19.660 pada akhir 2022. Namun, setelah itu Bitcoin bangkit dan melonjak lebih dari 550%, hingga mencapai puncak di US$126.198 pada Oktober 2025.
Saat ini, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah ATH 2021 di level US$69.000. Menurut Martinez, level tersebut menjadi area yang sangat penting untuk dipantau.
Ia menilai, jika Bitcoin berhasil merebut kembali level US$69.000 dan mampu mempertahankannya sebagai support, hal itu bisa menjadi sinyal kuat bahwa Bitcoin telah keluar dari fase bear market dan memasuki tren bullish jangka panjang.
Meski demikian, Martinez mengingatkan bahwa sejarah tidak menjamin pergerakan harga akan selalu terulang. Namun, berdasarkan siklus-siklus sebelumnya, keberhasilan Bitcoin merebut kembali ATH siklus sebelumnya sering kali menjadi indikasi awal dimulainya bull market yang berkelanjutan.