Bitcoin Turun Mendekati US$62 Ribu, tetapi Arus Masuk ETF Sebesar US$143 Juta Menunjukkan Minat Institusional Masih Kuat

Berita Crypto , Thursday, 09 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin Turun Mendekati US$62.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik, ETF Tetap Catat Arus Dana Masuk

Bitcoin turun mendekati level US$62.000 pada Kamis seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang membebani sentimen pasar. Meski demikian, arus dana masuk ke ETF Bitcoin masih memberikan dukungan terhadap harga aset kripto terbesar tersebut.

Menurut Akshat Siddhant, Lead Quant Analyst di Mudrex, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.000 setelah meningkatnya ketegangan geopolitik usai Presiden Donald Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata. Kondisi ini mendorong investor menghindari aset berisiko (risk-off).

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 30 tahun, memicu pergeseran aliran modal di pasar keuangan global.

Meski menghadapi berbagai tekanan tersebut serta kekhawatiran inflasi yang masih tinggi, ETF Bitcoin spot tetap mencatat arus masuk dana bersih (net inflow) sebesar US$143 juta, yang membantu menopang harga Bitcoin. Level US$60.000 kini dinilai menjadi area support penting.

Berdasarkan data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 1% menjadi US$2,14 triliun. Sementara itu, indeks Crypto Fear & Greed berada di angka 25, yang menunjukkan sentimen pasar masih berada dalam kategori Fear atau ketakutan.

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin masih menguat sekitar 2%, sedangkan Ethereum naik 6,5%. Di antara altcoin utama, BNB, XRP, Tron, Hyperliquid, dan Cardano mencatat kenaikan hingga 8%. Sebaliknya, Solana dan Dogecoin masing-masing turun 0,9% dan 0,7%.

Tim CoinSwitch Markets menyebut Bitcoin sempat melemah ke sekitar US$61.500 setelah Trump menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Situasi tersebut juga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menaikkan suku bunga pada September, sehingga menekan aset berisiko seperti kripto.

Secara keseluruhan, pasar kripto masih dipengaruhi faktor makroekonomi. Eskalasi konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, tingginya imbal hasil obligasi, tekanan di pasar obligasi Jepang, hingga kekhawatiran terkait potensi penjualan Bitcoin oleh Strategy menjadi faktor yang membebani pergerakan harga.

Meski begitu, arus dana ke ETF masih memberikan dukungan. ETF Bitcoin spot mencatat inflow sekitar US$21,4 juta, sedangkan ETF Ethereum menerima arus dana sekitar US$26,9 juta.

Pendiri WazirX, Nischal Shetty, mengatakan Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar US$62.014 dengan prospek teknikal jangka pendek yang cenderung hati-hati karena pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Sementara itu, CEO Giottus, Vikram Subburaj, menyebut kapitalisasi pasar kripto global masih berada di kisaran US$2,14 triliun, dengan dominasi Bitcoin sekitar 58%. Hal ini menunjukkan investor masih memilih bertahan di Bitcoin dan belum beralih secara agresif ke altcoin. Di sisi lain, data on-chain mengindikasikan investor jangka panjang kembali melakukan akumulasi secara bertahap dengan estimasi pembelian bersih antara 50.000 hingga 100.000 BTC.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023