Cardano Resmi Aktifkan Hard Fork Van Rossem, Apa Dampaknya terhadap ADA?

Berita Crypto , Tuesday, 21 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Harga ADA Cardano Naik Usai Hard Fork Van Rossem, Bisakah Memicu Kebangkitan?

Harga Cardano (ADA) diperdagangkan di kisaran US$0,1702, naik sekitar 2,4% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah jaringan Cardano resmi mengaktifkan hard fork Van Rossem, pembaruan besar terbaru yang membawa sejumlah peningkatan pada jaringan.

Langkah tersebut memunculkan pertanyaan penting bagi investor: apakah hard fork Van Rossem mampu mengubah kemajuan teknologi Cardano menjadi adopsi yang lebih luas dan mendorong pemulihan harga ADA secara berkelanjutan?

Hard Fork Van Rossem Resmi Aktif

Cardano mengaktifkan hard fork Van Rossem pada 18 Juli, sekaligus memperbarui jaringan ke Protocol Version 11. Proses upgrade berjalan lancar dengan jeda produksi blok sekitar 10 menit tanpa adanya gangguan terhadap dana pengguna.

Pembaruan ini menghadirkan berbagai peningkatan, termasuk eksekusi smart contract Plutus yang lebih cepat, fungsi bawaan baru, model biaya yang diperbarui, serta peningkatan keamanan node. Perubahan tersebut diharapkan dapat membuat pengembangan aplikasi di jaringan Cardano menjadi lebih murah dan efisien, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem DeFi, NFT, dan real-world assets (RWA).

Van Rossem juga menjadi tonggak penting karena merupakan hard fork besar pertama Cardano yang disetujui melalui mekanisme tata kelola on-chain Voltaire. Proses persetujuan melibatkan Delegated Representatives (DReps), stake pool operators (SPO), serta Constitutional Committee. Lebih dari 77% DReps dan 52% SPO memberikan suara mendukung pembaruan tersebut.

Harga ADA Masih Membutuhkan Pertumbuhan Fundamental

Meski menjadi pencapaian penting dari sisi teknologi, hard fork Van Rossem belum mampu memicu reli harga ADA yang berkelanjutan. Secara teknikal, ADA masih berada dalam tren yang cenderung bearish.

Indikator menunjukkan EMA 50 minggu masih berada di bawah EMA 200 minggu, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di level 34, yang menandakan momentum pasar masih lemah. Di sisi lain, Average Directional Index (ADX) mengindikasikan tren penurunan masih cukup kuat.

Meski begitu, sentimen di pasar derivatif tetap positif. Open interest kontrak berjangka ADA tercatat sekitar US$193 juta, dengan rasio long-to-short sebesar 2,84. Hal ini menunjukkan mayoritas trader masih bertaruh pada potensi kenaikan harga ADA.

Agar tren bullish benar-benar terbentuk, Cardano perlu menunjukkan pertumbuhan penggunaan jaringan, seperti meningkatnya aktivitas pengembang, peluncuran aplikasi terdesentralisasi (dApp), kenaikan total value locked (TVL) di sektor DeFi, serta bertambahnya jumlah pengguna aktif harian.

Selain itu, sejumlah pengembangan yang akan datang, seperti Ouroboros Leios, peningkatan skalabilitas Hydra, kemajuan Mithril, dan integrasi oracle Pyth, berpotensi menjadi katalis positif bagi ekosistem Cardano.

Whale Terus Melakukan Akumulasi

Berdasarkan data dari Santiment, dompet yang menyimpan antara 100.000 hingga 100 juta ADA kini menguasai lebih dari 25,6 miliar ADA, tertinggi sejak Februari 2023.

Sebaliknya, investor ritel yang memiliki kurang dari 100 ADA mengurangi kepemilikannya sekitar 0,7% dalam empat bulan terakhir. Santiment menilai investor besar atau whale terus melakukan akumulasi ketika sentimen investor ritel masih lemah.

Pembaruan Van Rossem juga dilakukan menjelang rencana Input Output (IO) untuk menyerahkan pengelolaan infrastruktur inti Cardano, termasuk Plutus dan Daedalus, kepada pihak eksternal mulai Agustus mendatang.

Secara keseluruhan, hard fork Van Rossem memperkuat fundamental teknologi Cardano. Namun, arah pergerakan harga ADA selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan jaringan tersebut dalam menarik lebih banyak pengguna, modal, dan aktivitas on-chain.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023