Coinbase Memungkinkan Bisnis Menerima Pembayaran USDC dari AI Agent
Bursa kripto Coinbase mengumumkan peluncuran fitur baru yang memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran USD Coin (USDC) dari AI agent. Pengumuman tersebut disampaikan pada 23 Juli 2026, bersamaan dengan peluncuran perintah perdagangan (trading commands) baru bagi pengguna serta software development kit (SDK) untuk mengintegrasikan sistem pembayaran x402 ke berbagai layanan online.
Coinbase mengungkapkan bahwa pada Juni 2026, untuk pertama kalinya lalu lintas yang dihasilkan perangkat lunak melampaui trafik pengguna manusia di halaman dokumentasi jaringan Base. Menurut perusahaan, sebagian besar sistem pembayaran di internet masih dirancang dengan asumsi bahwa transaksi dilakukan oleh manusia yang mengklik tombol pembayaran, sehingga belum mampu melayani perangkat lunak atau AI yang beroperasi secara otonom.
Coinbase Business Dukung Pembayaran dari AI Agent
Mulai pekan ini, pengguna Coinbase Business dapat menerima pembayaran USDC yang dikirim oleh AI agent. Fitur tersebut didukung oleh Coinbase Payments, sementara dukungan native x402 memungkinkan transaksi berbasis internet dengan model pay-per-use (bayar sesuai penggunaan).
Melalui satu akun Coinbase Business, pelaku usaha dapat menerima, melacak, merekonsiliasi, hingga mencairkan pembayaran dari AI agent bersamaan dengan aktivitas pembayaran lainnya.
Coinbase Business juga menawarkan imbal hasil untuk saldo USDC yang menganggur (idle balance). Saat ini, perusahaan mencantumkan tingkat imbal hasil tahunan sebesar 3,35%, meski angkanya dapat berbeda di setiap wilayah dan berubah sewaktu-waktu.
Selain itu, Coinbase menegaskan bahwa pembayaran menggunakan USDC tidak memiliki risiko chargeback karena Coinbase bukan pihak yang terlibat langsung dalam transaksi antara pelaku usaha dan pelanggan.
Coinbase for Agents Tambah Fitur Trading Baru
Coinbase juga memperluas kemampuan Coinbase for Agents dengan menghadirkan fitur pemantauan pasar secara real-time dan aksi perdagangan berbasis kondisi.
Fitur baru ini memungkinkan AI agent memantau order yang masih terbuka, melihat order book suatu aset, serta mengikuti pergerakan harga dan volume perdagangan secara langsung.
Pengguna juga dapat menetapkan kondisi tertentu yang secara otomatis memicu aksi, seperti membeli, menjual, atau membatalkan order. Sebagai contoh, AI agent dapat diperintahkan menjual aset ketika harga Bitcoin turun di bawah level tertentu atau membatalkan order setelah jangka waktu yang telah ditentukan.
Sebelumnya, Coinbase for Agents telah memungkinkan AI yang memperoleh otorisasi untuk melakukan perdagangan aset kripto, mengelola portofolio, dan menjalankan berbagai alur kerja keuangan melalui akun Coinbase yang terhubung.
Coinbase Luncurkan CDP x402 SDK untuk Pengembang
Coinbase Developer Platform (CDP) turut memperkenalkan CDP x402 SDK, yang memungkinkan pengembang menambahkan fitur pembayaran AI agent ke API, server Model Context Protocol (MCP), maupun layanan web hanya dengan sedikit konfigurasi kode.
Menurut Coinbase, SDK tersebut telah dilengkapi infrastruktur dan ekstensi bawaan sehingga mengurangi kebutuhan pengembang untuk memilih middleware pembayaran dan penyedia layanan secara manual.
Standar x402 memanfaatkan respons HTTP 402 Payment Required untuk mengirim instruksi pembayaran secara langsung antara layanan online dan klien. AI agent dapat menerima permintaan tersebut, menandatangani pembayaran menggunakan stablecoin, lalu mengirim ulang permintaan akses dengan bukti pembayaran.
Coinbase pertama kali memperkenalkan standar terbuka x402 pada Mei 2025 untuk mendukung API, aplikasi, dan AI agent otonom.
Peluncuran terbaru ini melanjutkan pengembangan ekosistem pembayaran AI Coinbase. Sebelumnya, pada Mei 2026, Amazon mengintegrasikan Coinbase x402 ke layanan Bedrock AgentCore Payments, sehingga AI agent dapat membayar layanan menggunakan USDC. Pada April 2026, standar x402 juga digunakan dalam peluncuran Agentic.market, platform yang membantu AI agent menemukan dan membeli layanan online yang kompatibel.
Hingga saat ini, Coinbase belum mengungkapkan proyeksi volume transaksi yang diharapkan dari fitur baru tersebut.
Menurut perusahaan, tiga pembaruan ini ditujukan untuk mendukung pelaku usaha yang menerima pembayaran, pengguna yang mengelola AI agent untuk aktivitas keuangan, serta pengembang yang membangun layanan berbasis AI. Peluncuran fitur tetap bergantung pada pengaturan pengguna, ketersediaan wilayah, dan dukungan produk. Saat ini, Coinbase Business tersedia di Amerika Serikat dan Singapura, sementara fitur maupun tingkat imbal hasil USDC dapat berbeda di setiap pasar.