Ethereum Naik 3% di Tengah Maraknya Tokenisasi Aset, Mampukah Tembus Level US$1.800?

Berita Crypto , Saturday, 11 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Harga Ether (ETH) Naik 3%, tetapi Belum Mampu Tembus US$1.800

Harga Ether (ETH) naik 3% dari Kamis hingga Jumat, mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Kenaikan ini didorong oleh berkembangnya tren tokenisasi aset, keberhasilan peluncuran Robinhood Chain, serta pembelian ETH yang terus dilakukan oleh perusahaan untuk cadangan aset (corporate treasury).

Meski demikian, ETH masih gagal menembus level US$1.800 karena indikator on-chain dan pasar derivatif masih menunjukkan sinyal yang lemah. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah harga ETH berpotensi kembali menguji level US$1.700.

Keberhasilan peluncuran jaringan layer-2 Robinhood Chain turut meningkatkan sentimen positif terhadap Ethereum. Blockchain baru tersebut menggunakan ETH sebagai token gas (gas token) dan telah mencatat dana lebih dari US$106 juta yang masuk melalui mekanisme bridge.

Selain itu, platform perdagangan Robinhood kini menawarkan saham yang ditokenisasi (tokenized stocks) kepada pengguna di 120 negara, sehingga semakin memperkuat ekosistem Ethereum Virtual Machine (EVM).

Berdasarkan data Rwa.xyz, Ethereum masih mendominasi pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi (real-world assets/RWA) dengan pangsa pasar sebesar 47%. Di luar stablecoin, beberapa aset yang menonjol meliputi Tether Gold (XAUT), Ondo US Dollar Yield (USDY), serta obligasi pemerintah Franklin Templeton (iBENJI). Sementara itu, saham yang ditokenisasi dipimpin oleh STRCx dari xStocks dan CRCLon dari Ondo.

Kepala Riset Lisk, Leon Waidmann, mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, Total Value Locked (TVL) di jaringan Ethereum mencapai US$260 miliar, melampaui kapitalisasi pasar Ether yang saat ini berada di kisaran US$210 miliar. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa ETH masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued), bahkan valuasi relatifnya lebih rendah dibandingkan saat pasar bearish pada 2022.

Di sisi lain, meskipun adopsi solusi layer-2 Ethereum dan aliran dana dari investor institusi terus meningkat, data on-chain masih menunjukkan perlambatan aktivitas. Pasar bearish sepanjang 2026 telah mengurangi permintaan terhadap jaringan blockchain, sementara blockchain pesaing mulai mengambil pangsa pasar di sektor tertentu, seperti perpetual futures sintetis dan automated yield vaults.

Pendapatan mingguan aplikasi terdesentralisasi (DApps) di Ethereum turun menjadi sekitar US$11 juta, dari sebelumnya US$20 juta pada kuartal pertama 2026. Beberapa kontributor terbesar berasal dari Sky sebesar US$3,1 juta, Titan Builder sebesar US$2,4 juta, dan Chainlink sebesar US$1,1 juta. Pada saat yang sama, jumlah alamat aktif juga turun menjadi 3,2 juta dari sebelumnya 5,4 juta, berdasarkan data DefiLlama.

Di pasar derivatif, annualized funding rate untuk kontrak perpetual ETH turun menjadi 3% pada Sabtu, lebih rendah dari level netral 6%. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan untuk posisi bullish masih lemah. Sebelumnya, funding rate sempat mencapai 12% pada Jumat, sehingga penurunan tersebut mengindikasikan berkurangnya kepercayaan para investor bullish. Meski begitu, aliran dana dari investor institusi diperkirakan menjadi faktor utama yang menopang kenaikan harga ETH.

Arkham Intelligence juga mencatat adanya penarikan 20.500 ETH senilai sekitar US$36 juta dari Galaxy Digital ke dompet baru pada Kamis. Pola transaksi tersebut dinilai serupa dengan pembelian ETH yang sebelumnya dilakukan oleh BitMine Immersion (BMNR).

Dalam 30 hari terakhir, BitMine telah menambah sekitar 198.370 ETH ke dalam cadangan asetnya. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki cadangan ETH senilai sekitar US$10,3 miliar.

Secara keseluruhan, kombinasi fundamental yang kuat melalui pertumbuhan tokenisasi dan akumulasi investor institusi masih menjadi faktor pendukung bagi Ethereum. Namun, lemahnya aktivitas on-chain dan pasar derivatif membuat potensi kenaikan harga masih terbatas. Meski demikian, laju akumulasi ETH oleh BitMine dinilai cukup kuat sehingga peluang ETH kembali menguji level US$1.700 untuk saat ini masih relatif kecil.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023