Koin Peringatan Trump Rayakan HUT ke-250 Amerika, Bukan Token Kripto
US Mint memperkenalkan koin peringatan baru untuk merayakan hari jadi Amerika Serikat yang ke-250. Meski memiliki tampilan menyerupai emas, koin tersebut sebenarnya dibuat dari logam biasa, bukan emas murni, menurut Departemen Keuangan AS. Koin ini dicetak di Philadelphia dan dijadwalkan mulai dijual pada musim gugur tahun ini.
Berdasarkan hukum AS, presiden yang masih menjabat atau masih hidup umumnya tidak boleh ditampilkan pada mata uang resmi. Namun, undang-undang yang disahkan pada 2020 memberikan pengecualian untuk desain koin bertema peringatan, sehingga koin ini dapat diterbitkan. Desain tersebut disetujui pada Maret oleh Commission of Fine Arts, yang anggotanya ditunjuk oleh Presiden Donald Trump.
Koin ini menjadi bagian dari sejumlah proyek mata uang yang mengusung nama Trump, setelah sebelumnya muncul usulan penerbitan uang pecahan US$250 dan paspor yang menampilkan gambar Trump.
Token $TRUMP Turun ke Sekitar US$1,56
Bersamaan dengan itu, harga memecoin Official Trump ($TRUMP) turun tipis dari sekitar US$1,59 menjadi US$1,56, berdasarkan data CoinGecko. Meski penurunannya relatif kecil, harga token tersebut masih berada lebih dari 97% di bawah rekor tertingginya yang hampir US$73 pada Januari 2025.
Sejumlah pengguna di platform X sempat mempertanyakan apakah koin peringatan tersebut memiliki kaitan dengan token kripto $TRUMP atau bahkan memiliki kontroversi yang sama.
Dalam beberapa bulan terakhir, performa $TRUMP memang terus tertekan. Menurut perusahaan analitik blockchain Nansen, jadwal pembukaan (unlock) token secara bertahap serta besarnya kerugian yang dialami investor ritel menjadi faktor utama yang membebani harga.
Hingga kini belum dapat dipastikan apakah unggahan Gedung Putih mengenai koin peringatan tersebut sempat memicu kebingungan di kalangan pelaku pasar kripto sehingga memengaruhi harga $TRUMP, atau penurunan itu hanya merupakan bagian dari tren pelemahan yang sudah berlangsung. Namun yang jelas, koin fisik dan memecoin tersebut kini tidak hanya memiliki nama “Trump” yang sama.