Harga ALCX Tertekan usai Binance Umumkan Delisting, Penarikan Aset Melonjak
Harga ALCX Turun Setelah Binance Umumkan Delisting, Investor Ramai-Ramai Pindahkan Aset
Harga Alchemix (ALCX) mengalami tekanan jual yang cukup besar setelah Binance mengumumkan akan menghapus (delisting) token tersebut dari platformnya. Pengumuman ini memicu penurunan harga yang tajam sekaligus mendorong banyak investor memindahkan aset mereka sebelum perdagangan dihentikan pada 10 Juli.
Berdasarkan data on-chain, harga ALCX turun sekitar 30% setelah Binance mengumumkan delisting pada 26 Juni. Di saat yang sama, aktivitas penarikan aset dari Binance melonjak tajam karena investor bergegas memindahkan token mereka.
Penarikan ALCX dari Binance Melonjak
Setelah Binance mengonfirmasi penghapusan pasangan perdagangan ALCX, jumlah transaksi penarikan meningkat drastis. Penarikan harian yang biasanya kurang dari 20 transaksi melonjak menjadi 614 transaksi pada 1 Juli, atau naik sekitar 1.289% dibandingkan pekan sebelumnya.
Aktivitas transfer aset di Binance juga meningkat. Arus masuk (inflow) ALCX ke Binance melonjak 3.856%, sementara arus keluar (outflow) naik 1.484%.
Kondisi ini menunjukkan investor sedang menyesuaikan posisi mereka menjelang delisting. Sebagian pemegang token mengirimkan ALCX ke Binance untuk dijual sebelum perdagangan dihentikan, sementara sebagian lainnya menarik aset ke dompet pribadi (self-custody) atau memindahkannya ke bursa lain yang masih mendukung perdagangan ALCX.
Akibatnya, likuiditas ALCX mulai bergeser dari Binance ke platform perdagangan lainnya.
Aktivitas Jaringan Meningkat Meski Harga Melemah
Meski harga ALCX turun tajam, aktivitas di jaringan blockchain justru meningkat.
Jumlah alamat aktif naik 107%, sedangkan total transfer token melonjak 510% setelah pengumuman delisting.
Namun, peningkatan ini belum tentu mencerminkan bertambahnya minat investor atau adopsi terhadap ALCX. Sebaliknya, lonjakan aktivitas tersebut lebih menunjukkan bahwa para investor sedang mengatur ulang kepemilikan aset mereka dengan memindahkan token antar dompet maupun antar bursa sebelum delisting berlaku.
Selain itu, data juga menunjukkan arus bersih (net flow) Binance masih negatif, yang berarti jumlah ALCX yang keluar dari bursa lebih besar dibandingkan yang masuk. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas terus berpindah ke platform lain.
Pergeseran Likuiditas Berpotensi Memicu Volatilitas
Data on-chain menunjukkan ALCX saat ini sedang mengalami redistribusi likuiditas dalam skala besar, bukan aktivitas perdagangan yang normal.
Sebagai salah satu bursa utama untuk perdagangan ALCX, keputusan Binance menghapus token tersebut memaksa trader dan penyedia likuiditas (market maker) memindahkan dana mereka ke bursa lain.
Menjelang jadwal delisting pada 10 Juli, harga ALCX diperkirakan masih berpotensi mengalami volatilitas tinggi seiring pasar menyesuaikan diri dengan kondisi perdagangan yang baru.
Meski tekanan jual dan perpindahan dana dalam jumlah besar masih terlihat, sebagian besar aktivitas on-chain saat ini lebih didorong oleh upaya investor melindungi posisi mereka daripada meningkatnya permintaan terhadap proyek ALCX. Ke depan, pergerakan harga ALCX kemungkinan akan bergantung pada seberapa cepat likuiditas dapat kembali stabil di bursa yang masih mendukung perdagangan token tersebut.