Harga Pi Network Anjlok 96%, Analis Sebut Pi Network sebagai Proyek yang Sudah Mati
Pi Network Anjlok 96% dari Puncaknya, Analis Sebut Proyek Ini Mulai Kehilangan Daya Tarik
Harga Pi Network terus mengalami penurunan tajam. Setelah sempat diperdagangkan di kisaran US$3, kini Pi Coin berada di sekitar US$0,1154, atau turun sekitar 96% dari rekor harga tertingginya.
Penurunan ini turut melemahkan kepercayaan investor. Analis sekaligus trader kripto Tabraiz Shams, yang sebelumnya mendukung Pi Network, kini menilai proyek tersebut mulai menjadi “dead project” atau proyek yang kehilangan daya tarik.
Pasokan Besar, Permintaan Masih Rendah
Menurut Shams, masalah utama Pi Coin adalah jumlah pasokannya yang sangat besar.
Saat ini, Pi Network memiliki total pasokan 100 miliar token, sementara sekitar 10,89 miliar Pi telah beredar di pasar. Ia menilai permintaan saat ini belum cukup kuat untuk menyerap pasokan sebesar itu.
Selain itu, Shams juga berpendapat bahwa Pi Network masih belum memiliki cukup banyak utilitas atau penggunaan di dunia nyata untuk mendukung valuasi proyek tersebut.
Siklus Pasar Kripto Mulai Bergeser
Shams memperkirakan siklus pasar kripto berikutnya akan lebih didominasi oleh blockchain Layer-1, decentralized exchange (DEX), proyek berbasis AI, serta narasi baru di industri kripto.
Menurutnya, masa kejayaan aplikasi mining dan proyek tap-to-earn yang mengandalkan komunitas sudah mulai berlalu. Karena itu, proyek yang belum memiliki utilitas nyata akan semakin sulit menarik pengguna maupun investor.
Mengapa Pi Network Dinilai Semakin Tertinggal?
Shams menilai Pi Network sudah menghadapi berbagai tantangan, sementara regulasi kripto yang semakin ketat di berbagai negara dapat membuat proses pemulihannya menjadi lebih sulit.
Ia mengatakan investor kini cenderung memilih proyek yang memiliki:
- Utilitas nyata
- Kepatuhan terhadap regulasi
- Ekosistem yang aktif dan terus berkembang
Karena itu, jika memiliki Pi Coin, Shams mengaku lebih memilih mengalihkan investasinya ke aset yang dinilai lebih kuat seperti Bitcoin atau altcoin mapan yang memiliki utilitas jelas.
Bisakah Pi Coin Kembali ke US$3?
Pi Coin juga masih menghadapi tekanan dari unlock token bulanan, yang terus menambah jumlah token yang beredar di pasar.
Rata-rata sekitar 100 juta Pi diperkirakan akan masuk ke sirkulasi setiap bulan hingga Juni 2029. Jika permintaan tidak meningkat secara signifikan, tambahan pasokan ini berpotensi terus menekan harga.
Pada pertengahan 2029, jumlah Pi yang beredar diperkirakan mencapai sekitar 14,5 miliar token. Jika harga Pi kembali ke US$3, maka kapitalisasi pasarnya akan mencapai sekitar US$43,5 miliar, setara dengan aset kripto besar seperti XRP, Solana (SOL), dan TRON (TRX).
Untuk mencapai valuasi tersebut, Pi Network diperkirakan membutuhkan jutaan pengguna aktif, adopsi yang lebih luas di dunia nyata, ekosistem yang berkembang, serta permintaan pasar yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Shams tidak memperkirakan Pi Coin akan kembali ke level tertingginya di kisaran US$3, meski ia mengakui bahwa reli harga dalam jangka pendek masih mungkin terjadi.