Hashdex Perkenalkan ETF Kripto dengan Skema Staking untuk Memaksimalkan Potensi Keuntungan

Berita Crypto , Monday, 27 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Hashdex berencana memanfaatkan sebagian aset kripto yang dimiliki dalam ETF Nasdaq CME Crypto Index (NCIQ) untuk memperoleh imbal hasil tambahan melalui staking. Dengan skema ini, Hashdex akan menerima bagian pertama dari pendapatan staking, sementara investor baru akan ikut menikmati hasil jika pendapatan tersebut melewati batas tertentu.

Rencana ini masih dalam tahap implementasi. Dalam dokumen Form 8-K yang diajukan pada 23 Juli, Hashdex menunjuk Coinbase Cloud sebagai penyedia layanan staking pertama. Proses staking diperkirakan akan dimulai setelah seluruh persiapan operasional selesai.

Berdasarkan prospektus tambahan tertanggal 23 Juli, penyedia layanan staking akan terlebih dahulu mengambil biaya dari imbal hasil staking. Setelah itu, Hashdex akan menerima seluruh pendapatan staking bersih hingga mencapai batas sebesar 0,25% dari nilai aset bersih (NAV) saham biasa setiap tahun melalui Sponsor Share, yaitu kelas saham khusus yang hanya dimiliki oleh Hashdex.

Jika pendapatan staking bersih melebihi batas tersebut, kelebihan hasil akan dibagi dengan komposisi 40% untuk Hashdex dan 60% untuk trust, sehingga investor pemegang unit ETF NCIQ dapat memperoleh bagian dari imbal hasil staking.

Batas 0,25% tersebut dihitung setiap tahun fiskal dan akan disesuaikan jika periode perhitungannya kurang dari satu tahun. Artinya, jika pendapatan staking bersih tidak melampaui ambang tersebut, investor tidak akan menerima distribusi hasil staking.

Sebagai ilustrasi, jika pendapatan staking bersih mencapai 1% dari NAV dalam satu tahun setelah dikurangi biaya penyedia layanan, investor akan menerima tambahan imbal hasil sekitar 0,45%, sedangkan Hashdex memperoleh sekitar 0,55%. Angka tersebut hanya merupakan contoh perhitungan dan bukan proyeksi keuntungan yang dijamin.

Pendapatan yang diterima Hashdex melalui Sponsor Share ini terpisah dari biaya pengelolaan ETF sebesar 0,25% per tahun, sehingga tidak mengurangi atau menggantikan biaya manajemen tersebut.

Biaya staking juga berbeda untuk setiap aset kripto. Berdasarkan halaman produk NCIQ, biaya staking Ethereum sebesar 8% dari imbal hasil kotor, komisi validator Solana sebesar 8%, dan komisi validator Cardano sebesar 5%.

Per 26 Juli, komposisi portofolio NCIQ terdiri dari 11,75% Ethereum (ETH), 3,17% Solana (SOL), dan 0,49% Cardano (ADA), atau sekitar 15,41% dari total aset ETF. Namun, bukan berarti seluruh aset tersebut akan di-stake. Hashdex menargetkan hanya 10% hingga 20% dari total NAV ETF yang akan dialokasikan untuk staking.

Besarnya manfaat yang akan diterima investor bergantung pada aset yang dipilih untuk staking, porsi aset yang di-stake, tingkat imbal hasil jaringan blockchain, serta biaya yang dikenakan penyedia layanan staking.

Di sisi lain, staking juga memiliki sejumlah risiko. Proses unbonding dapat membuat aset terkunci sementara setelah staking dihentikan. Selain itu, kegagalan validator atau mekanisme slashing juga dapat mengurangi imbal hasil staking.

Risiko tersebut berpotensi memengaruhi proses penebusan unit ETF dan penyeimbangan kembali portofolio, sehingga kinerja NAV NCIQ bisa berbeda dari indeks acuan yang diikutinya. Namun, dalam dokumen resminya, Hashdex belum menjelaskan seberapa besar potensi perbedaan tersebut.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023