Lonjakan RWA Solana hingga US$8,7 Miliar Menunjukkan Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Mulai Berkembang
Volume Transfer Aset Dunia Nyata (RWA) di Solana Melonjak, Menandakan Adopsi Tokenisasi Semakin Berkembang
Volume transfer aset dunia nyata yang ditokenisasi (Real-World Assets/RWA) di jaringan Solana meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir. Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa aset tokenisasi kini mulai aktif diperdagangkan dan digunakan, bukan hanya disimpan di blockchain setelah diterbitkan.
Berdasarkan data RWA.xyz, volume transfer RWA Solana selama 30 hari mencapai US$8,68 miliar per 6 Juli, naik 105,76% dibandingkan 30 hari sebelumnya. Sementara itu, nilai total aset RWA yang beredar di jaringan Solana meningkat 36,27% menjadi US$3,48 miliar.
Data Solana juga menunjukkan tren serupa. Volume perdagangan spot aset tokenisasi di bursa terdesentralisasi (DEX) naik dari US$2,69 miliar pada kuartal I menjadi US$5,7 miliar pada kuartal II. Setahun sebelumnya, nilainya masih mendekati nol.
Perkembangan ini semakin penting karena pasar tokenisasi kini mulai melampaui tahap uji coba. Ketika aset seperti reksa dana tokenisasi, saham token, atau instrumen setara kas diterbitkan di blockchain, nilai aset memang akan bertambah. Namun, nilai sebenarnya baru terlihat ketika aset tersebut digunakan untuk perdagangan, penyelesaian transaksi (settlement), agunan (collateral), atau pengelolaan likuiditas.
Saham Token Mendorong Aktivitas di Solana
Lonjakan volume transfer Solana juga didukung oleh bertambahnya jumlah pemegang aset RWA. Data RWA.xyz mencatat Solana memiliki 293.558 pemegang RWA, naik 7,83% dalam 30 hari terakhir, dengan total 2.119 aset yang dipantau.
Meski pertumbuhan jumlah pemegang tidak sebesar lonjakan volume transfer, data tersebut menunjukkan aktivitas jaringan meningkat seiring bertambahnya nilai aset, bukan hanya karena kenaikan saldo yang tercatat.
Salah satu faktor pendorongnya adalah peluncuran xStocks di Solana pada pertengahan 2025. Produk yang diterbitkan melalui Backed ini menghadirkan versi token dari saham dan indeks Amerika Serikat ke jaringan Solana, termasuk saham perusahaan seperti Tesla dan Nvidia yang populer di kalangan investor ritel.
Berbeda dengan produk tokenisasi obligasi pemerintah atau kredit privat yang umumnya ditujukan untuk investor institusi, saham token lebih menarik bagi trader ritel karena menawarkan eksposur terhadap saham populer melalui infrastruktur blockchain.
Biaya transaksi Solana yang rendah juga membuat aktivitas jual beli dan transfer saham token menjadi lebih efisien, terutama untuk transaksi bernilai kecil. Karena itu, saham token menjadi salah satu aset yang lebih sering diperdagangkan dibandingkan produk RWA lainnya.
Produk Institusi Perkuat Fondasi RWA Solana
Selain didukung investor ritel, pertumbuhan RWA Solana juga diperkuat oleh kehadiran berbagai produk institusional.
Dana BUIDL milik BlackRock saat ini menjadi produk RWA terbesar di jaringan Solana dengan nilai aset sekitar US$615 juta. Sementara itu, USDY dari Ondo memiliki aset sekitar US$181 juta di jaringan tersebut.
Produk-produk yang dikembangkan bersama Securitize juga mengelola hampir US$300 juta aset di Solana. Produk ini mencakup berbagai instrumen investasi yang diatur secara resmi, termasuk dana investasi dan produk kredit.
Kehadiran institusi besar memberikan kredibilitas lebih tinggi bagi ekosistem RWA Solana. Namun, sebagian besar produk tersebut menggunakan sistem permissioned, sehingga proses penerbitan dan penebusan token mengharuskan pengguna melalui verifikasi identitas (KYC). Aturan tersebut membuat pergerakan aset institusional tidak sefleksibel aset kripto biasa.
Meski demikian, kombinasi produk institusional dan aset yang aktif diperdagangkan menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi perkembangan RWA di Solana.
Solana Unggul dalam Kecepatan, Ethereum Masih Memimpin Skala
Meski mencatat pertumbuhan pesat, Ethereum masih menjadi blockchain terbesar untuk aset dunia nyata yang ditokenisasi. Berdasarkan data Token Terminal, Ethereum menguasai sekitar 57,8% dari total aset dana tokenisasi global yang kini mencapai rekor US$35,6 miliar.
Keunggulan Ethereum berasal dari banyaknya institusi keuangan besar seperti BlackRock dan JPMorgan yang lebih dulu membangun atau menguji produk tokenisasi mereka di jaringan tersebut.
Di sisi lain, Solana menawarkan keunggulan berbeda, yakni biaya transaksi yang rendah, proses settlement yang cepat, dan jaringan yang mampu menangani aktivitas transaksi dalam jumlah besar.
Keunggulan tersebut menjadi penting ketika aset tokenisasi digunakan untuk perdagangan, agunan, manajemen likuiditas, maupun penyelesaian transaksi, bukan sekadar disimpan setelah diterbitkan.
Ekosistem stablecoin Solana juga mendukung pertumbuhan tersebut. Data RWA.xyz menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan Solana mencapai US$16,02 miliar, dengan volume transfer selama 30 hari sebesar US$541,34 miliar per 6 Juli.
Likuiditas stablecoin tersebut mempermudah perdagangan dan perpindahan aset tokenisasi. Namun, jumlah pemegang stablecoin justru sedikit menurun dalam periode yang sama, sehingga sebagian besar aktivitas masih didominasi oleh dompet besar dan platform institusional.
Ke depan, tantangan utama Solana adalah memastikan aktivitas RWA tidak hanya bergantung pada beberapa produk besar. Jika semakin banyak aset tokenisasi digunakan secara aktif untuk perdagangan, settlement, pinjaman, dan agunan, Solana berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu blockchain utama dalam industri tokenisasi aset dunia nyata.