Stablecoin XRP Ledger Hampir Tembus US$1 Miliar, Korea Selatan Uji Obligasi Blockchain

Berita Crypto , Monday, 20 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Korea Selatan Percepat Adopsi Blockchain, Pasokan Stablecoin XRP Ledger Hampir Sentuh US$1 Miliar

Korea Selatan mempercepat langkahnya dalam mengadopsi teknologi blockchain di sektor keuangan melalui peluncuran program percontohan (pilot) untuk pasar obligasi senilai sekitar US$900 miliar. Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan pesat ekosistem XRP Ledger (XRPL), yang kini hampir mencapai tonggak pasokan stablecoin sebesar US$1 miliar.

Pasokan Stablecoin XRPL Mendekati US$1 Miliar

Berdasarkan laporan BSC News, total pasokan stablecoin di XRP Ledger meningkat lebih dari 5% dalam sepekan menjadi sekitar US$980 juta. Data DefiLlama menunjukkan kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan tersebut mencapai US$980,33 juta, atau bertambah sekitar US$47,4 juta dibandingkan pekan sebelumnya.

Peningkatan ini membuat XRP Ledger semakin dekat dengan pencapaian pasokan stablecoin senilai US$1 miliar. Sebagian besar pertumbuhan tersebut didorong oleh Ripple USD (RLUSD), yang menguasai sekitar 90% dari total kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan XRPL. Sementara itu, USDV menjadi stablecoin terbesar kedua setelah kembali mencatat pertumbuhan.

Sepanjang 2026, pasokan stablecoin di XRPL sempat mengalami fluktuasi. Jaringan ini pernah melampaui angka US$1 miliar pada awal tahun, sebelum kembali bergerak di kisaran US$760 juta hingga US$980 juta dalam beberapa bulan terakhir.

Migrasi RLUSD Perkuat Posisi XRP Ledger

Data terbaru menunjukkan lebih dari separuh pasokan RLUSD yang beredar kini berada di XRP Ledger. Hingga awal 2026, stablecoin tersebut sebagian besar diterbitkan di jaringan Ethereum. Namun, perpindahan likuiditas membuat XRPL kini menjadi blockchain utama bagi RLUSD berdasarkan jumlah pasokan.

Sejak diluncurkan pada 2025, volume perdagangan kumulatif pasangan RLUSD di XRP Ledger telah melampaui US$2,5 miliar.

Meski demikian, aktivitas decentralized finance (DeFi) di jaringan XRPL masih relatif terbatas. Berdasarkan data DefiLlama, total value locked (TVL) di jaringan tersebut baru mencapai sekitar US$32,8 juta, jauh lebih kecil dibandingkan nilai stablecoin yang beredar.

Harga XRP Tetap Stabil

Di tengah perkembangan tersebut, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,09 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$68,4 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

Volume perdagangan harian XRP tercatat sekitar US$611 juta, sementara jumlah pasokan yang beredar mencapai sekitar 62,46 miliar XRP.

Korea Selatan Uji Coba Obligasi Berbasis Blockchain

Di sisi lain, Korea Selatan memulai program percontohan untuk mendigitalisasi pasar obligasi senilai sekitar US$900 miliar menggunakan teknologi blockchain. Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya minat institusi keuangan terhadap pemanfaatan blockchain untuk meningkatkan efisiensi infrastruktur pasar.

Ripple, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang mengembangkan XRP Ledger, juga terus memperluas ekosistemnya melalui pertumbuhan RLUSD.

Perkembangan di Korea Selatan dan XRP Ledger menunjukkan bahwa adopsi teknologi blockchain terus berkembang, baik di sektor keuangan tradisional maupun industri aset kripto. Para analis kini terus memantau tren adopsi, pertumbuhan jaringan, serta likuiditas di ekosistem blockchain seiring semakin matangnya industri ini.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023