Pemegang Memecoin Trump Rugi Lebih dari US$4 Miliar, Data Nansen Ungkap Terjadi Transfer Kekayaan
Hampir 1 Juta Wallet Rugi US$3,81 Miliar dari Memecoin Trump, Ungkap Nansen
Perusahaan analitik blockchain Nansen melaporkan bahwa sekitar 988.905 wallet mencatat kerugian gabungan sebesar US$3,81 miliar setelah berinvestasi di memecoin Official Trump ($TRUMP). Di sisi lain, sekitar 492.285 wallet berhasil membukukan keuntungan dengan total sekitar US$4,04 miliar.
Harga $TRUMP Sempat Melonjak, Lalu Anjlok 97%
Token $TRUMP diluncurkan di jaringan Solana pada 17 Januari 2025, hanya beberapa hari sebelum pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Dalam waktu kurang dari 48 jam, harga token ini melonjak hingga sekitar US$75,35.
Namun, sejak mencapai puncaknya, harga $TRUMP telah merosot sekitar 97% dan berdasarkan data terbaru diperdagangkan di kisaran US$1,76.
Dari sekitar 1,48 juta wallet yang dianalisis Nansen, sekitar dua pertiga mengalami kerugian. Sementara itu, sebagian besar keuntungan dinikmati oleh investor yang masuk pada tahap awal peluncuran dan menjual token saat harga sedang melonjak.
Trump dan Afiliasinya Raup Ratusan Juta Dolar
Berdasarkan laporan tersebut, Presiden Donald Trump beserta pihak-pihak yang terafiliasi diperkirakan telah memperoleh sekitar US$636 juta dari proyek memecoin tersebut. Pendapatan itu berasal dari alokasi token dan royalti, serta turut menyumbang lebih dari US$1,4 miliar terhadap total pendapatan mereka dari sektor kripto.
Nansen juga mengungkapkan bahwa sekitar 85% wallet yang memegang token $WLFI, aset kripto yang terkait dengan proyek World Liberty Financial milik Trump, saat ini masih berada dalam posisi rugi.
Jadi Sorotan bagi Investor dan Regulator
Dari seluruh wallet yang dianalisis, hanya sekitar sepertiganya yang berhasil mencetak keuntungan, sementara mayoritas investor mengalami kerugian.
Temuan ini juga berpotensi memicu perhatian regulator. Pasalnya, proyek tersebut dilaporkan menghasilkan ratusan juta dolar bagi Trump dan pihak terafiliasinya, sementara investor ritel secara kolektif menanggung kerugian hingga miliaran dolar AS.