Portofolio Aset Kripto Donald Trump Tembus US$1,1 Miliar, Didominasi Bitcoin hingga Memecoin Donald Trump
Trump Ungkap Besarnya Keterlibatan dalam Bisnis Kripto
Laporan keterbukaan keuangan terbaru yang diajukan kepada United States Office of Government Ethics mengungkap bahwa Presiden Donald Trump memiliki kepentingan bisnis yang cukup besar di industri aset kripto. Dokumen tersebut merinci berbagai sumber pendapatan yang berasal dari aset digital, proyek berbasis blockchain, serta sektor decentralized finance (DeFi).
Laporan itu menunjukkan bahwa aktivitas terkait kripto kini menjadi salah satu bagian penting dari portofolio keuangan Trump. Eksposurnya mencakup berbagai segmen pasar aset digital, mulai dari mata uang kripto utama, platform DeFi, hingga token komunitas.
Salah satu sumber pendapatan terbesar berasal dari World Liberty Financial, platform DeFi yang didukung oleh anggota keluarga Trump bersama sejumlah mitra bisnis. Keluarga Trump dilaporkan memiliki sekitar 38% saham perusahaan tersebut. Pendapatan dari aktivitas token yang diterbitkan platform itu tercatat sebagai salah satu sumber utama pemasukan Trump dari sektor kripto.
Selain aset digital, laporan tersebut juga mencantumkan pendapatan dari bisnis di luar industri kripto, termasuk kerja sama dengan sejumlah perusahaan media.
Bitcoin dan Ethereum Mendominasi Portofolio Kripto Trump
Laporan keuangan tersebut juga mengonfirmasi bahwa Bitcoin dan Ethereum menjadi dua aset utama dalam portofolio kripto Trump. Kedua aset ini mencerminkan porsi terbesar dari eksposur langsungnya terhadap pasar aset digital.
Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dan dianggap sebagai pelopor industri kripto. Sementara itu, Ethereum tetap memegang peran penting berkat dukungannya terhadap smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps), sehingga menjadi salah satu jaringan blockchain yang paling banyak digunakan.
Masuknya Bitcoin dan Ethereum dalam laporan keuangan seorang presiden menunjukkan semakin besarnya peran aset kripto dalam sistem keuangan global. Kripto kini tidak lagi hanya diminati investor ritel, tetapi juga menjadi perhatian institusi, pembuat kebijakan, dan pejabat publik.
Laporan tersebut dipublikasikan di tengah perkembangan penting di Amerika Serikat, termasuk putusan terbaru Mahkamah Agung AS dalam perkara Trump v. Slaughter yang berkaitan dengan kewenangan presiden terhadap sejumlah lembaga federal independen.