Robinhood Resmi Luncurkan Blockchain Layer-2, Meme Coin Bertema Kucing Langsung Tembus Valuasi US$150 Juta

Berita Crypto , Friday, 10 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Robinhood Resmi Luncurkan Blockchain Layer-2, Meme Coin CASHCAT Langsung Jadi Sorotan

Robinhood resmi meluncurkan Robinhood Chain, sebuah blockchain Layer-2 yang dibangun di atas jaringan Arbitrum. Blockchain ini dirancang untuk mendukung tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA), saham yang ditokenisasi, layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), hingga aplikasi keuangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Namun, hanya sepekan setelah mainnet publiknya diluncurkan, perhatian komunitas kripto justru tertuju pada CASHCAT, sebuah meme coin yang terinspirasi dari nama awal Robinhood. Token tersebut berhasil mencatat kapitalisasi pasar hampir US$150 juta dengan volume perdagangan lebih dari US$159 juta dalam 24 jam.

Menariknya, CASHCAT bukan merupakan token resmi Robinhood. Popularitasnya muncul berkat likuiditas di bursa terdesentralisasi (DEX) seperti Uniswap, serta dukungan platform pihak ketiga seperti Noxa.fun dan Pump.fun, tanpa melalui proses pencatatan resmi di aplikasi Robinhood.

CASHCAT Berasal dari Sejarah Awal Robinhood

Sebelum menggunakan nama Robinhood, pendirinya, Vlad Tenev dan Baiju Bhatt, sempat mempertimbangkan nama CashCat untuk perusahaan mereka. Kisah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pengembang anonim sebagai inspirasi untuk meluncurkan meme coin CASHCAT.

Berdasarkan data Dune Analytics, CASHCAT kini menguasai sekitar 79% dari total kapitalisasi pasar dan 74% volume perdagangan di antara 25 meme coin terbesar yang ada di Robinhood Chain. Sementara itu, token terbesar berikutnya, Dog In Hood, memiliki kapitalisasi pasar sekitar 16 kali lebih kecil.

Aktivitas di Robinhood Chain juga meningkat tajam. Jumlah transaksi harian melonjak dari sekitar 1,2 juta transaksi pada 7 Juli menjadi hampir 2,8 juta transaksi pada 8 Juli, atau naik sekitar 133% hanya dalam satu hari.

Pada periode yang sama, jumlah token baru yang diterbitkan melalui platform Noxa.fun meningkat dari 1.858 token menjadi 6.675 token, atau melonjak sekitar 259%.

Aktivitas Tinggi, tetapi Risiko Tetap Ada

Di balik tingginya aktivitas tersebut, muncul kekhawatiran bahwa semakin banyaknya token baru dapat memecah likuiditas dan perhatian investor. Akibatnya, hanya sedikit token yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Data DefiLlama menunjukkan bahwa Robinhood Chain saat ini memiliki:

  • Total Value Locked (TVL): sekitar US$107,8 juta
  • Kapitalisasi pasar stablecoin: sekitar US$246,8 juta
  • Kapitalisasi pasar aset RWA aktif: sekitar US$12,5 juta

Selain itu, tingginya rasio volume perdagangan terhadap kapitalisasi pasar CASHCAT mengindikasikan bahwa token ini lebih banyak diperdagangkan untuk jangka pendek dibandingkan disimpan sebagai investasi jangka panjang.

Robinhood Tetap Fokus pada Tokenisasi Aset

CEO Robinhood, Vlad Tenev, sebelumnya menyatakan bahwa masa depan industri kripto akan didorong oleh tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Ia juga mengatakan Robinhood Chain dibangun untuk menjadi blockchain terbaik bagi aset RWA, meskipun jaringan tersebut juga “berjalan sangat baik untuk meme coin.”

Fenomena CASHCAT memperlihatkan bagaimana blockchain yang bersifat permissionless memungkinkan siapa saja meluncurkan token tanpa persetujuan dari pengelola jaringan. Akibatnya, aset yang paling populer tidak selalu berasal dari proyek resmi, melainkan dipilih langsung oleh pasar.

Di sisi lain, token tiruan dan akun palsu yang mengatasnamakan CASHCAT mulai bermunculan. Selain itu, likuiditas token masih terkonsentrasi pada satu pasangan perdagangan utama sehingga harga berpotensi mengalami volatilitas yang tinggi.

Sebuah studi akademik pada 2026 yang meneliti hampir 35.000 meme coin di Ethereum, BNB Chain, Solana, dan Base menemukan sekitar 5,15% token berhenti diperdagangkan hanya dalam waktu 24 jam setelah diluncurkan.

Meski CASHCAT saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebagian besar meme coin lainnya, risiko tetap tinggi karena ekosistem blockchain terbuka memungkinkan ribuan token baru bermunculan setiap hari.

Bagaimana Prospek Robinhood Chain?

Dalam skenario positif, CASHCAT diperkirakan mampu mempertahankan kapitalisasi pasar di atas US$100 juta, sementara aktivitas transaksi tetap tinggi dan adopsi aset RWA di Robinhood Chain terus berkembang. Jika hal itu terjadi, popularitas meme coin dapat menjadi pintu masuk bagi pengguna baru sebelum akhirnya memanfaatkan berbagai layanan tokenisasi aset yang ditawarkan Robinhood.

Sebaliknya, dalam skenario negatif, kapitalisasi pasar CASHCAT dapat turun ke kisaran US$30 juta hingga US$50 juta, transaksi harian ikut melemah, dan pertumbuhan ekosistem RWA berlangsung lebih lambat.

Meski demikian, prospek tokenisasi aset secara global masih dinilai sangat besar. Berdasarkan riset Citi, nilai pasar aset yang ditokenisasi diperkirakan meningkat dari sekitar US$17 miliar saat ini menjadi US$5,5 triliun pada 2030. Saham dan obligasi pemerintah diproyeksikan menjadi aset yang paling cepat diadopsi dalam proses tokenisasi.

Bagi Robinhood, fenomena CASHCAT menjadi bukti bahwa blockchain terbuka mampu menciptakan aktivitas ekonomi secara organik tanpa campur tangan perusahaan. Namun, untuk mewujudkan ambisinya sebagai pusat tokenisasi aset dunia nyata, Robinhood Chain masih membutuhkan waktu serta adopsi yang lebih luas dari investor institusi dalam beberapa tahun mendatang.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023