Shiba Inu Melonjak 35% dalam Sepekan, Posisi Short SHIB Terlikuidasi Senilai US$2,3 Juta
Shiba Inu Melonjak Lebih dari 35% dalam Sepekan, Short Squeeze Picu Reli Harga
Shiba Inu (SHIB) mencatat lonjakan harga lebih dari 35% dalam sepekan, menandai penembusan signifikan setelah berbulan-bulan berada dalam tren penurunan dan aktivitas perdagangan yang relatif lesu. Token meme tersebut kini diperdagangkan di kisaran US$0,0000057, mencatat reli mingguan terkuat dalam beberapa waktu terakhir dan mengejutkan banyak pelaku pasar.
Tren Turun Jangka Panjang Mulai Diuji
SHIB sebelumnya mencapai puncak di sekitar US$0,0000340 pada Desember 2024 sebelum memasuki tren penurunan sepanjang 2025. Selama periode tersebut, harga terus membentuk level tertinggi yang semakin rendah (lower highs) dan bergerak di bawah garis tren turun utama.
Pada pekan ini, candle mingguan SHIB untuk pertama kalinya menguji garis tren turun yang telah bertahan sejak 2025. Dalam tujuh hari terakhir, harga bangkit dari level US$0,00000409 dan mulai menantang garis tren tersebut. Namun, meski sempat menembusnya, SHIB belum mampu mencatatkan penutupan mingguan yang meyakinkan di atas level tersebut.
Meski reli terjadi cukup tajam, SHIB masih berada jauh di bawah area resistance utama. Level Fibonacci retracement 23,6% dari penurunan 2024–2026 berada di sekitar US$0,0000269, jauh di atas harga saat ini. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan baru naik dari area 30, menunjukkan adanya pemulihan, tetapi tren kenaikan jangka panjang masih belum terkonfirmasi.
Short Squeeze Jadi Pemicu Kenaikan
Data pasar derivatif menunjukkan bahwa lonjakan harga SHIB dipicu oleh short squeeze, yakni kondisi ketika trader yang membuka posisi short terpaksa menutup posisinya akibat kenaikan harga yang cepat.
Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi kontrak futures SHIB mencapai US$2,32 juta, dengan sekitar US$1,77 juta berasal dari posisi short. Selain itu, arus dana bersih ke pasar futures SHIB melonjak lebih dari 2.000%, sementara open interest mencapai sekitar US$64,7 juta, mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan dan volatilitas.
Berdasarkan data teknikal, reli ini lebih banyak dipengaruhi oleh posisi perdagangan dan penggunaan leverage dibandingkan oleh sentimen fundamental atau berita baru.
Grafik Intraday Tunjukkan Dua Gelombang Reli
Pada grafik 15 menit, kenaikan SHIB terjadi dalam dua fase. Gelombang pertama mendorong harga naik dari sekitar US$0,0000042 ke hampir US$0,00000504, kemudian diikuti fase konsolidasi yang membentuk pola bullish flag.
Setelah koreksi ringan yang hanya turun sedikit di bawah level Fibonacci 23,6%, tekanan beli kembali meningkat dan memicu reli kedua. Garis tren naik (ascending trendline) sejauh ini masih mampu menopang pergerakan harga, menandakan minat beli tetap kuat saat terjadi koreksi kecil.
RSI intraday sempat menyentuh level 87, mengindikasikan momentum yang sangat kuat. Meski kemudian menurun saat konsolidasi, RSI masih bertahan di kisaran 70-an, yang menunjukkan sentimen bullish masih dominan, meski risiko volatilitas meningkat apabila momentum mulai melemah.
Level Penting yang Perlu Dipantau
Dalam waktu dekat, pelaku pasar akan mencermati garis tren turun dari 2025 yang saat ini berada di dekat harga SHIB. Jika token ini berhasil mencatat penutupan mingguan di atas level tersebut, itu akan menjadi penutupan pertama dalam lebih dari satu tahun dan berpotensi membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Di sisi lain, pada grafik jangka pendek, area US$0,0000048 menjadi level support utama. Jika harga turun di bawah level tersebut, narasi short squeeze dapat melemah dan tekanan jual berpotensi kembali mendominasi.
Meski reli SHIB dalam sepekan terakhir cukup kuat, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan token ini mempertahankan posisinya di atas level-level teknikal penting. Seperti biasa, analisis teknikal dan data on-chain tidak menjamin pergerakan harga di masa mendatang, sehingga investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko dalam mengambil keputusan investasi.