Kasus Bitcoin US$234 Miliar Tertahan di Pengadilan, Ribuan Wallet Kripto Terdampak

Berita Crypto , Monday, 08 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Pengadilan New York Tangguhkan Gugatan yang Menargetkan Hampir 40.000 Wallet Bitcoin Tidak Aktif

Mahkamah Agung New York untuk sementara menghentikan proses hukum dalam gugatan yang menargetkan hampir 40.000 wallet Bitcoin yang telah lama tidak aktif. Hakim Kathy J. King menandatangani perintah penangguhan tersebut pada 4 Juni dan resmi mencatatkannya pada 5 Juni, sehingga untuk saat ini tidak ada putusan default yang dapat dijatuhkan terhadap wallet-wallet tersebut.

39.069 Wallet Menjadi Sasaran Gugatan

Dalam dokumen perkara, penggugat yang terdiri dari ABC Company, XYZ Company, dan Noah Doe mengklaim hak atas 39.069 wallet Bitcoin berdasarkan aturan properti terlantar di Negara Bagian New York.

Mereka berargumen bahwa alamat-alamat Bitcoin yang telah lama tidak aktif dapat dianggap sebagai properti yang hilang atau terlantar berdasarkan hukum setempat. Jika pemiliknya tidak dapat diidentifikasi dalam jangka waktu tertentu, kepemilikan aset tersebut dinilai dapat dialihkan kepada pihak yang menemukannya.

Menurut analis Galaxy Research, 39.069 wallet yang menjadi target gugatan tersebut menyimpan sekitar 3,8 juta BTC. Dengan harga Bitcoin saat ini, nilai totalnya diperkirakan mencapai sekitar US$234 miliar.

Namun, dalam gugatan tersebut nilai setiap wallet dicantumkan kurang dari US$10. Alasannya, aset kripto di dalam wallet tidak dapat diakses tanpa private key yang sesuai.

Data Galaxy Research juga menunjukkan bahwa beberapa wallet yang tercantum memiliki sejarah penting dalam ekosistem Bitcoin. Salah satunya adalah alamat 1Feex yang sejak lama dikaitkan dengan peretasan Mt. Gox pada 2011. Beberapa alamat lainnya juga menunjukkan pola “Patoshi”, yang diyakini berasal dari era awal Bitcoin dan kemungkinan terkait aktivitas penambangan Satoshi Nakamoto.

Dokumen Amicus Curiae Berpotensi Mempengaruhi Kasus

Pengacara merger dan akuisisi Ian R. Cohen mengajukan permohonan pada 29 Mei untuk menyerahkan dokumen amicus curiae kepada pengadilan.

Dalam dokumen setebal 26 halaman tersebut, Cohen berpendapat bahwa hukum properti terlantar di New York hanya berlaku untuk benda fisik yang dapat dimiliki secara nyata. Menurutnya, alamat blockchain tidak dapat disimpan atau dikuasai seperti benda fisik, sehingga aturan tersebut tidak seharusnya diterapkan pada wallet Bitcoin.

Amicus curiae adalah pihak yang tidak terlibat langsung dalam perkara, tetapi memberikan analisis atau pendapat hukum kepada pengadilan untuk membantu proses pengambilan keputusan.

Cohen juga menyoroti pernyataan dalam gugatan yang menyebutkan bahwa pemilik wallet kehilangan akses ke aset mereka karena alasan keamanan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa aset tersebut tidak ditinggalkan, melainkan hanya tidak digunakan karena pertimbangan keamanan.

Ia menegaskan bahwa wallet yang tidak aktif selama bertahun-tahun, tetapi private key-nya masih disimpan dengan aman, tidak dapat dianggap sebagai aset yang ditelantarkan.

Selain itu, Cohen mengingatkan bahwa pada 2022, New York telah memperbarui aturan mengenai aset virtual yang tidak diklaim. Berdasarkan perubahan tersebut, aset kripto yang tidak aktif seharusnya berada di bawah kewenangan State Comptroller, bukan diberikan kepada pihak swasta yang mengklaim menemukannya.

Pengadilan dijadwalkan memutuskan apakah akan menerima dokumen amicus curiae tersebut dalam sidang pada 14 Juli mendatang.

Aktivitas Wallet Menarik Perhatian

Menurut dokumen perkara, Noah Doe mengidentifikasi wallet-wallet tersebut menggunakan algoritma miliknya sendiri dan menyerahkan data alamat tersebut kepada Kepolisian New York (NYPD) antara Desember 2024 hingga April 2025.

Setelah itu, seorang ahli blockchain mengirimkan pesan OP_RETURN ke setiap alamat yang menjadi target gugatan. Pesan tersebut mengarahkan penerima ke sebuah halaman yang menyatakan bahwa wallet dianggap telah ditinggalkan. Wallet yang tidak memberikan respons dalam waktu 90 hari kemudian dikategorikan sebagai aset terlantar.

Galaxy Research sebelumnya menyebut kampanye ini sebagai “Great Bitcoin Dusting” dalam laporan yang diterbitkan pada Oktober lalu. Penelitian tersebut menemukan sekitar 41.000 pesan OP_RETURN dikirim ke wallet yang secara total menyimpan sekitar 2,3 juta BTC.

Analis Galaxy Research, Zack Pokorny dan Will Owens, menilai bahwa pihak yang menjalankan operasi tersebut memiliki pemahaman teknis yang sangat mendalam mengenai jaringan Bitcoin dan mengambil berbagai langkah untuk menyembunyikan identitasnya.

Beberapa Wallet Mulai Bergerak

Setelah gugatan diajukan, sejumlah wallet yang menjadi tergugat mulai menunjukkan aktivitas.

Pada 6 Juni, Kepala Riset Galaxy Research Alex Thorn melaporkan bahwa sebanyak 47,26 BTC senilai sekitar US$3 juta dipindahkan dari salah satu wallet yang termasuk dalam daftar gugatan.

Selain itu, wallet lain yang tidak aktif sejak Maret 2011 tercatat memindahkan 35,55 BTC atau sekitar US$2,2 juta pada 2 Juni.

Pergerakan dana ini memunculkan spekulasi bahwa sebagian pemilik wallet mungkin telah mengetahui adanya gugatan tersebut dan mulai mengambil tindakan terhadap aset mereka.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023