ETF Bitcoin Catat Pekan Terburuk Sejak Diluncurkan di Tengah Kejatuhan Harga BTC
ETF Bitcoin Catat Arus Keluar Terburuk Sepanjang Sejarah
ETF Bitcoin mengalami tekanan besar dalam empat pekan terakhir. Berdasarkan data SoSoValue, investor terus menarik dana dari produk investasi tersebut dengan nilai yang mencapai miliaran dolar AS.
Pada pekan perdagangan terakhir, ETF Bitcoin mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar US$1,72 miliar. Angka ini menjadi yang terbesar sejak ETF Bitcoin diluncurkan sekitar 2,5 tahun lalu.
Akibat gelombang penarikan dana tersebut, total arus masuk bersih kumulatif ETF Bitcoin turun dari US$59,34 miliar menjadi US$53,94 miliar hanya dalam empat pekan. Tren negatif ini bahkan lebih buruk dibandingkan periode setelah koreksi pasar besar pada awal Oktober, ketika sentimen investor terhadap aset kripto melemah tajam.
Jika dilihat secara harian, tekanan jual terlihat hampir sepanjang periode tersebut. Dari lima hari perdagangan terakhir, hanya 4 Juni yang mencatat arus masuk bersih positif sebesar US$3,05 juta. Sementara itu, empat hari lainnya berakhir dengan arus keluar, dengan penarikan terbesar terjadi pada 2 Juni yang mencapai US$519 juta.
Secara keseluruhan, sejak 15 Mei hingga 5 Juni, hampir seluruh hari perdagangan mencatat arus keluar dana dari ETF Bitcoin.
Harga Bitcoin Turun ke Level Terendah Baru
Sejalan dengan derasnya arus keluar dari ETF Bitcoin, harga BTC juga mengalami penurunan signifikan.
Bitcoin memulai pekan dan awal bulan di kisaran US$73.000. Namun, tekanan jual yang kuat membuat harga terus bergerak turun dalam beberapa gelombang koreksi beruntun.
Level psikologis US$60.000 yang sebelumnya mampu bertahan selama beberapa bulan akhirnya jebol. Pada Jumat, harga Bitcoin sempat turun hingga US$59.100, level terendah sejak periode menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada akhir 2024.
Banyak analis menilai arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin menjadi salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga BTC. Meski demikian, pelemahan pasar tidak hanya terjadi di sektor kripto. Pasar keuangan global juga mengalami tekanan setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat memicu reaksi negatif dari para investor.