NBIS Melesat 9% Usai Nebius Resmi Masuk Nasdaq-100, Sentimen Pasar Menguat

Berita Crypto , Monday, 15 June 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Nebius (NBIS) Jadi Sorotan Pasar, Saham Melesat Setelah Resmi Masuk Nasdaq-100

Nebius Group (NBIS), perusahaan penyedia infrastruktur cloud berbasis artificial intelligence (AI), tengah menjadi perhatian pasar setelah Nasdaq mengumumkan saham perusahaan tersebut akan resmi masuk ke indeks Nasdaq-100 mulai 22 Juni mendatang.

Setelah pengumuman itu, saham NBIS tercatat melonjak sekitar 8,9% pada sesi pre-market 15 Juni. Saat ini, saham diperdagangkan di kisaran US$218, sementara sejumlah analis memproyeksikan potensi kenaikan harga hingga level US$235 sampai US$287.

Masuknya Nebius ke Nasdaq-100 diperkirakan akan memicu lonjakan permintaan dalam jangka pendek. Pasalnya, berbagai ETF dan dana investasi yang mengikuti indeks Nasdaq-100 diwajibkan membeli saham perusahaan yang baru masuk ke indeks tersebut. Nebius akan bergabung bersama beberapa nama besar lain seperti CoreWeave (CRWV), Rocket Lab (RKLB), Astera Labs (ALAB), dan Teradyne (TER).

Secara performa, NBIS mencatat kenaikan luar biasa. Dalam satu tahun terakhir, sahamnya telah melonjak lebih dari 320%, sementara sejak awal 2026 kenaikannya sudah mencapai 135%. Saat ini valuasi pasar perusahaan mendekati US$55 miliar, sebanding dengan rivalnya, CoreWeave.

Nebius sendiri sebelumnya merupakan bagian dari perusahaan teknologi Rusia, Yandex. Setelah perdagangan Yandex dihentikan pada 2022 akibat sanksi internasional, perusahaan kemudian melepas bisnis di Rusia, melakukan rebranding menjadi Nebius, dan bertransformasi menjadi perusahaan infrastruktur cloud AI dengan fokus pada pusat data GPU di Eropa dan Amerika Utara.

Didukung Kemitraan dengan Raksasa Teknologi

Salah satu faktor utama yang memperkuat sentimen positif pasar terhadap Nebius adalah kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi global.

Microsoft diketahui menandatangani kontrak infrastruktur GPU senilai US$17 miliar pada September 2025. Meta kemudian menyusul dengan kerja sama komputasi bernilai hingga US$27 miliar pada Maret 2026.

Tak hanya itu, Nvidia juga menanamkan investasi ekuitas sebesar US$2 miliar. Baru-baru ini, fund Situational Awareness milik mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, juga membeli sekitar 5,6% saham perusahaan.

Analis Morningstar Javier Correonero menilai kemitraan dengan perusahaan teknologi besar ini memperkuat posisi Nebius sebagai pemain infrastruktur AI yang kredibel sekaligus membantu pendanaan ekspansi bisnis.

Pada kuartal pertama 2026, Nebius melaporkan pendapatan sebesar US$399 juta, melonjak 684% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga memproyeksikan pendapatan tahunan berada di kisaran US$7 miliar hingga US$9 miliar pada tahun ini.

Potensi Besar, Tapi Risiko Tetap Tinggi

Sejumlah analis Wall Street menunjukkan optimisme terhadap NBIS. Goldman Sachs menaikkan target harga saham dari US$234 menjadi US$267. Citi mempertahankan target tertinggi sebesar US$287, sementara Bank of America meningkatkan proyeksi harga menjadi US$280.

Data dari TipRanks menunjukkan saham NBIS saat ini mendapat rating Moderate Buy, berdasarkan enam rekomendasi beli dan empat rekomendasi hold dari para analis.

Meski demikian, Morningstar mengambil pandangan yang lebih konservatif. Mereka menilai nilai wajar saham Nebius berada di kisaran US$120, jauh di bawah harga pasar saat ini.

Risiko utama yang menjadi perhatian antara lain tingginya kebutuhan belanja modal, potensi dilusi saham, serta ketergantungan perusahaan pada sejumlah pelanggan besar di sektor teknologi.

Nebius sendiri berencana mengalokasikan belanja modal antara US$20 miliar hingga US$25 miliar sepanjang 2026.

Meski volatilitas saham dinilai cukup tinggi, sejumlah investor melihat Nebius sebagai salah satu eksposur paling menarik di sektor infrastruktur AI global.

Terbaru, perusahaan juga mengumumkan investasi senilai £1,7 miliar untuk memperluas kapasitas pusat data di Inggris dengan dukungan Nvidia, sekaligus meluncurkan fasilitas Physical AI Living Lab untuk mendukung pengembangan startup robotika.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023