Bitcoin Bertahan di Atas US$64.700 di Tengah Tarik Ulur Sinyal Bullish dan Bearish

Berita Crypto , Monday, 20 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Bitcoin bertahan di bawah level US$65.000 sepanjang pekan ini, seiring momentum kenaikan yang mulai kembali muncul namun masih dibatasi oleh tekanan struktural di pasar. Dalam tujuh hari terakhir, harga Bitcoin naik 1,59% hingga mencapai US$64.792. Kenaikan ini didukung oleh model analisis yang menggabungkan tujuh indikator, yang saat ini menunjukkan sentimen pasar cenderung moderat bullish.

Momentum Jangka Pendek Berhadapan dengan Resistensi Jangka Panjang

Sejumlah indikator teknikal menunjukkan peluang kenaikan harga Bitcoin masih terbuka. Dari tujuh indikator dalam model tersebut, empat memberikan sinyal bullish. Para analis menilai indikator MACD yang positif serta kenaikan open interest sebesar 0,74 standar deviasi mencerminkan meningkatnya minat beli di pasar. Hal ini mendorong harga Bitcoin kembali mendekati level US$65.000 setelah cukup lama bergerak dalam kisaran yang sempit.

Namun, ketika metrik Realized Price—indikator on-chain yang mengukur rata-rata harga beli Bitcoin berdasarkan usia kepemilikan koin—ditambahkan ke dalam model, hasilnya menjadi lebih berimbang. Jumlah indikator meningkat menjadi delapan, dengan empat di antaranya memberikan sinyal bearish. Kondisi ini membuat rekomendasi eksposur terhadap Bitcoin turun tajam, dari alokasi penuh menjadi sekitar 30%.

Perbedaan sinyal antara indikator jangka pendek dan jangka panjang membuat pelaku pasar masih berhati-hati. Investor masih menunggu kepastian apakah momentum saat ini cukup kuat untuk menembus area resistensi yang telah lama menahan kenaikan harga.

Analis Daan Crypto Trades mengatakan Bitcoin kembali menutup perdagangan mingguan di atas 200-week moving average (MA), yang merupakan sinyal positif. Namun, ia menilai Bitcoin masih harus mampu merebut kembali posisi di atas 200-week exponential moving average (EMA) agar tren naik semakin kuat. Jika tidak, harga berpotensi tetap bergerak volatil di kisaran US$60.000.

Indikator On-Chain Masih Menunjukkan Kehati-hatian

Sinyal dari indikator Realized Price Age-Band Crossover juga masih membatasi prospek bullish Bitcoin. Indikator ini menganalisis harga beli Bitcoin berdasarkan lima kelompok usia kepemilikan untuk melihat apakah pasar sedang berada dalam fase akumulasi atau distribusi.

Saat ini, empat dari lima pasangan kelompok usia kepemilikan masih berada dalam kondisi terbalik (inverted), pola yang umumnya muncul saat pasar memasuki fase distribusi. Artinya, investor yang telah lama memegang Bitcoin cenderung lebih banyak menjual dibandingkan membeli. Selisih negatif terbesar, sekitar 26,3%, terjadi antara kelompok kepemilikan satu hingga tiga bulan dan enam hingga dua belas bulan.

Kondisi tersebut menunjukkan investor baru masih belum mendominasi struktur biaya kepemilikan Bitcoin. Dengan kata lain, banyak pelaku pasar masih memilih berhati-hati dan belum bersedia meningkatkan eksposur secara signifikan pada level harga saat ini.

Berdasarkan data historis, model Realized Price mencatat Sharpe ratio sebesar 1,27 sepanjang satu siklus pasar dan penurunan maksimum (maximum drawdown) sekitar 40%, lebih rendah dibanding strategi buy and hold yang pernah mengalami penurunan hingga 76%. Sementara itu, strategi berbasis momentum jangka pendek mencatat tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 60,5%.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023