Bitcoin Butuh Kenaikan 92% agar Investor yang Beli di US$120 Ribu Kembali Impas
Investor yang membeli Bitcoin saat harganya menembus US$120.000 pada Juli 2025 kini masih mengalami kerugian hampir 48%. Investasi sebesar US$1.000 saat itu kini hanya bernilai sekitar US$520, sehingga Bitcoin perlu naik sekitar 92,2% agar investor tersebut kembali impas, belum termasuk biaya transaksi.
Berdasarkan data CryptoSlate, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran US$64.073. Bitcoin pertama kali menembus level US$120.000 pada Juli 2025 dan mencapai rekor US$123.165, sebelum mencetak rekor tertinggi baru di US$126.198 pada 6 Oktober 2025.
Level US$72.200 dan US$76.600 Jadi Area Penting
Menurut laporan Glassnode, pemulihan Bitcoin kemungkinan akan menghadapi tantangan sebelum kembali ke level US$100.000.
Glassnode mencatat Short-Term Holder Cost Basis (STH Cost Basis), yaitu rata-rata harga beli investor jangka pendek, berada di sekitar US$72.200. Sementara itu, True Market Mean, yang mencerminkan rata-rata harga beli investor aktif secara lebih luas, berada di kisaran US$76.600.
Selama sekitar lima bulan terakhir, harga Bitcoin diperdagangkan di bawah kedua level tersebut.
Jika Bitcoin kembali ke area tersebut, sebagian investor yang sebelumnya merugi berpotensi menjual kepemilikannya untuk keluar di titik impas atau mengurangi kerugian. Namun, sebagian investor lain mungkin tetap mempertahankan asetnya jika optimistis tren kenaikan akan berlanjut.
Pemulihan Masih Bergantung pada Kekuatan Permintaan
Dalam pembaruan pada 13 Juli, Glassnode menyatakan bahwa kenaikan Bitcoin menuju US$64.000 belum didukung oleh partisipasi pasar spot maupun aktivitas on-chain yang kuat.
Dua hari kemudian, Glassnode melihat adanya perkembangan positif. Tekanan jual dari investor jangka panjang mulai mereda dan pembeli berhasil menyerap aksi jual yang terjadi saat penurunan harga pada Juni. Meski begitu, perusahaan tersebut menilai proses pembentukan dasar harga (bottom) masih belum sepenuhnya terkonfirmasi.
Artinya, keberhasilan Bitcoin menembus level US$72.200 dan US$76.600 akan sangat bergantung pada apakah permintaan baru mampu menyerap potensi aksi jual dari investor yang ingin keluar di area tersebut.
Investor di Harga US$120 Ribu Masih Belum Aman
Bahkan jika Bitcoin kembali menembus US$100.000, investor yang membeli di sekitar US$120.000 masih belum bisa menutup seluruh kerugiannya.
Glassnode juga mengingatkan bahwa risiko penurunan masih terbuka. Dalam laporan sebelumnya, perusahaan menyebut level US$53.000, yang mengacu pada Realized Price pasar bearish, masih menjadi salah satu skenario yang mungkin terjadi.
Dengan demikian, sebelum berpeluang kembali ke US$100.000 atau rekor sebelumnya di atas US$123.000, Bitcoin terlebih dahulu perlu merebut kembali area US$72.200 dan US$76.600. Keberhasilan melewati dua level tersebut akan menjadi sinyal bahwa permintaan pasar cukup kuat untuk menopang pemulihan harga yang lebih lanjut.