Ethereum Naik 6% Sehari, Peluncuran Fund BlackRock Picu Sentimen Positif Kripto
Ethereum Akhirnya Bergerak, BlackRock Jadi Pemicu Kenaikan Harga ETH
Selama beberapa minggu terakhir, perhatian pasar sebenarnya bukan ada pada harga Ethereum, melainkan pada pergerakan suplai. Jumlah ETH yang tersimpan di exchange terus menurun, semakin banyak investor memilih staking, tetapi harga justru terus melemah dan banyak pelaku pasar mengabaikan sinyal tersebut. Kini situasinya berubah.
Saat ini, Ethereum (ETH) diperdagangkan di level US$1.719, naik 6,4% dalam 24 jam terakhir dan menguat hampir 9% dalam sepekan, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik di pasar.
Pemicu utama kenaikan ini datang dari BlackRock, manajer aset terbesar dunia, yang baru saja meluncurkan produk investasi baru bernama ETHB, yaitu fund Ethereum berbasis staking. Produk tersebut langsung mencatat arus dana masuk sebesar US$100 juta pada hari pertama peluncuran.
Hal ini menjadi penting karena berbeda dengan ETF Ethereum sebelumnya, produk baru BlackRock memungkinkan investor mendapatkan imbal hasil staking sekitar 3%, yaitu reward dari proses mengamankan jaringan Ethereum. Sebelumnya, fitur ini menjadi salah satu keunggulan produk investasi berbasis Solana, namun kini Ethereum memiliki produk serupa dari institusi keuangan terbesar di dunia.
Besarnya dana yang masuk di hari pertama menunjukkan bahwa investor institusi mulai kembali melirik Ethereum setelah beberapa bulan pasar crypto mengalami tekanan dan arus keluar dana dari berbagai produk investasi digital asset.
Di sisi lain, kondisi suplai Ethereum saat ini juga semakin ketat. Data menunjukkan jumlah ETH yang tersedia di exchange turun ke level terendah sepanjang sejarah, sekitar 14,5 juta ETH, sementara jumlah ETH yang dikunci dalam staking justru mencapai rekor tertinggi.
Artinya, jumlah Ethereum yang siap diperdagangkan di pasar semakin sedikit. Ketika permintaan besar datang secara tiba-tiba, sementara suplai terbatas, harga cenderung bergerak naik lebih agresif.
Momentum kenaikan juga diperkuat oleh short squeeze di pasar crypto yang memicu likuidasi sekitar US$281 juta posisi bearish, ditambah sentimen positif dari pernyataan Ketua The Fed yang memberi sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
Meski demikian, investor masih perlu berhati-hati. Ethereum hingga saat ini masih turun lebih dari 60% dibanding puncak harga tahun 2025 yang sempat menyentuh US$4.950.
Secara teknikal, level US$1.800 menjadi resistance penting yang harus ditembus ETH untuk membuka peluang kenaikan menuju US$2.000. Sementara area support berada di sekitar US$1.650 hingga US$1.600.
Untuk saat ini, Ethereum sedang mencatat performa terbaiknya dalam beberapa bulan terakhir. Kembalinya minat investor institusi melalui produk baru BlackRock menjadi sinyal penting bahwa sentimen terhadap ETH mulai berubah, meskipun pasar masih menunggu konfirmasi tren bullish yang lebih kuat.