FBI Peringatkan Lonjakan Penipuan Crypto ATM, Kerugian Warga AS Capai US$389 Juta

Berita Crypto , Thursday, 09 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Warga Amerika Serikat (AS) kehilangan hampir US$389 juta akibat penipuan melalui ATM kripto (crypto ATM) sepanjang 2025. Data terbaru dari Internet Crime Complaint Center (IC3) milik FBI menunjukkan bahwa jenis penipuan ini menjadi salah satu bentuk kejahatan keuangan berbasis aset kripto yang pertumbuhannya paling pesat.

Berdasarkan data yang dirilis sebagai pelengkap Laporan Tahunan IC3 2025, FBI menerima 13.460 laporan terkait ATM kripto sepanjang tahun lalu. Dibandingkan 2024, jumlah laporan meningkat 23%, sementara total kerugian melonjak 58% hingga mencapai US$388,98 juta.

FBI menjelaskan bahwa ATM kripto menjadi metode pembayaran yang semakin sering digunakan pelaku penipuan karena memungkinkan korban mengonversi uang tunai menjadi aset kripto dalam waktu singkat. Setelah itu, aset digital tersebut langsung dikirim ke dompet kripto yang dikendalikan pelaku.

Lansia Masih Menjadi Korban Terbesar

Data menunjukkan bahwa masyarakat berusia lanjut masih menjadi target utama para pelaku.

Lebih dari setengah laporan berasal dari korban berusia 50 tahun ke atas, dengan total kerugian melebihi US$302 juta. Angka tersebut setara dengan hampir 80% dari seluruh dana yang hilang akibat penipuan melalui ATM kripto.

Menurut FBI, pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon, email, pesan singkat, atau media sosial. Korban kemudian dibujuk untuk menarik uang tunai dari rekening bank mereka.

Selanjutnya, korban diarahkan mendatangi ATM kripto terdekat, memindai kode QR yang diberikan pelaku, lalu menyetorkan uang tunai ke dompet kripto milik pelaku.

Setelah transaksi tercatat di blockchain, dana tersebut jauh lebih sulit dipulihkan dibandingkan transaksi perbankan atau pembayaran kartu yang masih dapat dibatalkan dalam kondisi tertentu.

ATM Kripto Jadi Alat Favorit Pelaku Penipuan

FBI menegaskan bahwa ATM kripto bukanlah perangkat yang ilegal maupun bersifat penipuan. Namun, kelompok kejahatan terorganisasi semakin sering memanfaatkannya karena transaksi berlangsung cepat, tidak dapat dibatalkan, dan tersedia di ribuan lokasi ritel di seluruh Amerika Serikat.

FBI juga mengidentifikasi sejumlah tanda yang patut diwaspadai. Korban biasanya datang ke ATM kripto setelah menerima telepon atau pesan dari pihak yang tidak dikenal, membawa kode QR tanpa mengetahui fungsinya, menarik uang tunai dalam jumlah besar untuk pertama kalinya, atau tetap berbicara melalui telepon saat melakukan transaksi di ATM kripto.

Dalam banyak kasus, pelaku menyamar sebagai petugas pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan utilitas, lembaga keuangan, atau layanan dukungan teknis untuk meyakinkan korban bahwa mereka harus segera melakukan pembayaran.

FBI menegaskan bahwa tidak ada lembaga pemerintah maupun aparat penegak hukum yang sah yang akan meminta pembayaran melalui ATM kripto.

Penipuan Terjadi di Seluruh Amerika Serikat

Data terbaru berdasarkan negara bagian menunjukkan bahwa penipuan melalui ATM kripto tidak lagi terkonsentrasi di beberapa wilayah saja.

Seluruh negara bagian melaporkan adanya korban sepanjang 2025. Kerugian terbesar tercatat di Texas, Florida, California, Illinois, dan New Jersey. Kelima negara bagian tersebut secara total menyumbang kerugian lebih dari US$150 juta.

Meski demikian, data nasional menunjukkan masalah ini telah menyebar luas. Dari Alaska hingga Puerto Rico, korban melaporkan kehilangan dana setelah diarahkan pelaku untuk menggunakan ATM kripto melalui berbagai teknik rekayasa sosial (social engineering) yang semakin canggih.

FBI juga mengingatkan bahwa angka kerugian tersebut hanya mencakup kasus di mana ATM kripto menjadi bagian dari skema penipuan. Beberapa laporan juga melibatkan metode pembayaran lain. Namun demikian, data tersebut menunjukkan bahwa ATM kripto kini memainkan peran yang semakin besar dalam berbagai tindak kejahatan keuangan.

Regulator Mulai Perketat Pengawasan

Lonjakan kasus ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan regulator dan pembuat kebijakan di Amerika Serikat terhadap operator ATM kripto.

Sejumlah negara bagian telah mengajukan aturan baru untuk memperkuat perlindungan konsumen, membatasi nilai transaksi, meningkatkan peringatan mengenai risiko penipuan, serta mewajibkan perlindungan tambahan bagi pengguna baru.

Lembaga keuangan juga didorong untuk mengidentifikasi nasabah yang melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar dengan pola yang mencurigakan, terutama nasabah lanjut usia yang tampak mengikuti arahan seseorang melalui telepon.

Di sisi lain, banyak operator ATM kripto telah menerapkan sistem pemantauan transaksi, layar peringatan, serta teknologi pendeteksi penipuan guna menghentikan transaksi mencurigakan sebelum diproses.

Edukasi Jadi Benteng Pertahanan Utama

FBI terus mengimbau masyarakat agar tidak mengirim aset kripto kepada orang yang hanya dikenal melalui internet, tidak mengikuti arahan dari penelepon yang meminta melakukan transaksi melalui ATM kripto, serta tidak mempercayai permintaan pembayaran yang mengatasnamakan pemerintah, aparat penegak hukum, atau perusahaan utilitas.

Bagi korban yang telah mengirim dana, FBI menyarankan agar menyimpan bukti seperti struk transaksi, alamat dompet kripto, dan ID transaksi. Informasi tersebut dapat membantu proses penyelidikan saat laporan diajukan ke Internet Crime Complaint Center (IC3).

Dengan total kerugian yang mendekati US$389 juta hanya dalam satu tahun dan jumlah laporan yang terus meningkat, data terbaru FBI menunjukkan bahwa ATM kripto telah menjadi salah satu saluran pembayaran yang paling banyak dimanfaatkan pelaku penipuan. Meski demikian, ATM kripto tetap merupakan layanan yang sah bagi banyak pengguna aset kripto, sementara aparat penegak hukum kini semakin memfokuskan upaya mereka untuk memberantas penipuan investasi, penipuan berkedok identitas, dan kejahatan keuangan terorganisasi.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023