Gemini Perluas Ekosistem Aset Digital dengan Layanan Trading Saham 0% Komisi

Artifical Intellegence , Tuesday, 14 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Gemini Perluas Layanan dengan Trading Saham

Bursa kripto Gemini resmi memperluas layanannya ke perdagangan saham, menandai salah satu ekspansi terbesar perusahaan di luar aset kripto.

Melalui layanan baru ini, Gemini akan menawarkan perdagangan tanpa komisi untuk ribuan saham yang tercatat di bursa Amerika Serikat (AS). Nasdaq akan menyediakan data pasar secara real-time, sementara Apex Clearing Corporation akan bertindak sebagai kustodian dan broker kliring.

Gemini Hadirkan Trading Saham Lewat Infrastruktur Apex

Berdasarkan pengumuman resmi, Gemini akan menghadirkan layanan trading saham dengan memanfaatkan infrastruktur milik Apex. Gemini tetap mengelola pengalaman pengguna, sedangkan Apex menyediakan infrastruktur pialang yang telah teregulasi.

Sebagai kustodian dan broker kliring, Apex bertanggung jawab atas proses penyelesaian transaksi saham, penyimpanan sekuritas pelanggan, pengelolaan akun investasi, serta memastikan seluruh transaksi mematuhi regulasi pasar modal AS.

Dengan memanfaatkan layanan brokerage-as-a-service dari Apex, Gemini tidak perlu membangun sistem kliring sendiri. Langkah ini memungkinkan perusahaan meluncurkan layanan trading saham lebih cepat sekaligus memperluas ekosistem layanan keuangannya.

Peluncuran ini juga menjadi bagian dari strategi Gemini untuk berkembang menjadi platform investasi multi-aset yang teregulasi. Sebelumnya, perusahaan telah memperoleh lisensi Derivatives Clearing Organization (DCO) dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS. Lisensi tersebut melengkapi izin Designated Contract Market (DCM) yang telah dimiliki, sehingga Gemini kini memperluas bisnisnya dari perdagangan spot kripto ke saham, derivatif, dan pasar prediksi.

Bursa Kripto Berlomba Masuk ke Pasar Saham

Gemini bukan satu-satunya bursa kripto yang berekspansi ke pasar keuangan tradisional. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah platform kripto besar juga mulai meluncurkan layanan perdagangan saham sebagai upaya mendiversifikasi sumber pendapatan di luar aset digital sekaligus mempertahankan pengguna dalam satu ekosistem investasi.

Pada Juni lalu, Binance meluncurkan akses ke lebih dari 7.000 saham dan ETF yang tercatat di bursa AS bagi pengguna internasional yang memenuhi syarat. Binance juga memperkenalkan saham bertoken melalui inisiatif bStocks. Menurut laporan Block of Fame, layanan tersebut mencatat rata-rata volume perdagangan harian sekitar US$143 juta hanya dalam sembilan hari pertama sejak diluncurkan.

Sementara itu, Robinhood terus menunjukkan besarnya potensi bisnis perdagangan saham. Pada Mei 2026, perusahaan mencatat volume perdagangan saham sebesar US$315,3 miliar, jauh melampaui volume perdagangan kripto yang mencapai US$12,2 miliar pada periode yang sama.

Robinhood juga memproses rata-rata 4,8 juta transaksi saham per hari dan mengelola aset pelanggan senilai US$377 miliar, yang mencerminkan besarnya skala bisnis pialang saham dibandingkan perdagangan kripto.

Selain Gemini dan Binance, Kraken juga telah memasuki pasar ini dengan menghadirkan perdagangan lebih dari 11.000 saham dan ETF yang tercatat di AS. Di saat yang sama, perusahaan terus memperluas penawaran saham bertoken melalui platform xStocks.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023