Kapitalisasi Pasar Stablecoin Menyusut untuk Pertama Kalinya dalam Empat Tahun, tetapi Aktivitas Jaringan Tetap Kuat

Berita Crypto , Tuesday, 28 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Pasar stablecoin menyusut untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun. Menurut Laporan Industri Kripto Kuartal II 2026 CoinGecko, total kapitalisasi pasar stablecoin turun 1,6% selama kuartal tersebut, atau sekitar US$4,8 miliar, menjadi US$305,1 miliar. Penurunan ini mengakhiri tren pertumbuhan yang berlangsung tanpa henti dan menjadi kontraksi kuartalan pertama sejak kuartal III 2023.

Apa yang Terjadi?

Pasar stablecoin sempat mencatat pertumbuhan kuat pada awal 2026. Kapitalisasi pasarnya melampaui US$317 miliar dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$321 miliar hingga US$322 miliar pada April dan Mei.

Namun, pada Juni 2026, pasar kehilangan sekitar US$7,7 miliar, menjadikannya penurunan bulanan terbesar sejak kolapsnya ekosistem Terra-Luna pada Mei 2022. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar stablecoin menyusut sekitar US$10 miliar dari puncaknya pada Mei hingga akhir Juni.

Kontraksi tersebut juga terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan. Sepanjang kuartal II 2026, total kapitalisasi pasar aset kripto turun 12,6% menjadi sekitar US$2,1 triliun.

USDC Tertekan, USDT Perkuat Dominasi

Jika dilihat berdasarkan penerbit, USDC milik Circle mengalami penurunan terbesar. Pasokan USDC turun sekitar 4,8% atau US$3,7 miliar, sehingga total suplainya menjadi sekitar US$73,5 miliar.

Sebaliknya, USDT milik Tether tetap stabil di kisaran US$184,4 miliar. Stabilnya pasokan tersebut membuat pangsa pasar USDT meningkat menjadi sekitar 60% dari total kapitalisasi pasar stablecoin.

Aktivitas Jaringan Justru Mencapai Rekor

Meski kapitalisasi pasar menurun, aktivitas penggunaan stablecoin justru terus meningkat. Berdasarkan data CoinDesk, volume transaksi stablecoin yang telah disesuaikan (adjusted stablecoin transaction volume) mencapai rekor US$1,79 triliun hanya pada Juni 2026, naik 63% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sepanjang semester pertama 2026, total volume transaksi mencapai US$8,82 triliun. Artinya, meskipun pasokan stablecoin berkurang sekitar US$10 miliar dari titik tertingginya, pengguna tetap memindahkan aset stablecoin senilai hampir US$9 triliun selama periode yang sama.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar dan aktivitas penggunaan adalah dua hal yang berbeda. Stablecoin yang hanya disimpan di dompet kripto memang menambah kapitalisasi pasar, tetapi tidak berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi. Sebaliknya, stablecoin yang terus digunakan untuk pembayaran, transaksi DeFi, maupun transfer lintas negara memiliki peran yang lebih besar dalam ekosistem kripto.

Muncul Pesaing Baru

Di sisi lain, beberapa stablecoin baru mulai mencatat pertumbuhan. USDG yang diterbitkan Paxos telah melampaui pasokan US$3,2 miliar, sementara USDGO milik Anchorage hampir menggandakan pangsa pasarnya selama kuartal II 2026.

Pertumbuhan tersebut terjadi seiring penerapan GENIUS Act, kerangka regulasi stablecoin di Amerika Serikat yang mulai mengubah cara penerbit mengelola stablecoin serta menjadi pertimbangan baru bagi investor institusi dalam memilih penerbit stablecoin.

Dominasi USDT Masih Menjadi Sorotan

Meski aktivitas transaksi terus meningkat, dominasi USDT yang menguasai sekitar 60% pasar masih menjadi perhatian. Konsentrasi pasar pada satu penerbit dinilai dapat meningkatkan risiko sistemik, terutama mengingat Tether memiliki riwayat tantangan regulasi di masa lalu.

Karena itu, pertumbuhan stablecoin seperti USDG dan USDGO dinilai penting untuk menciptakan pasar yang lebih beragam dan mengurangi ketergantungan pada satu penerbit, meskipun pangsa pasar keduanya masih relatif kecil dibandingkan dominasi USDT.

Supported by
DepoCrypto.com © 2023