Noxa Hentikan Peluncuran Token Setelah Raup Biaya Lebih dari US$12 Juta, Pasar Memecoin di Robinhood Chain Bergejolak

Berita Crypto , Wednesday, 15 July 2026
Posted by Rima Dwi Astuti

Noxa, launchpad terbesar di Robinhood Chain, secara tiba-tiba menghentikan operasinya setelah menghasilkan biaya kumulatif hampir US$12 juta. Keputusan ini memicu ketidakpastian yang luas di sektor memecoin dalam jaringan tersebut.

Penutupan Launchpad Picu Ketidakpastian

Pada 11 Juli, saat aktivitas perdagangan memecoin terbesar di Robinhood Chain, CASHCAT, mencapai puncaknya, Noxa mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi meluncurkan token baru. Dua hari kemudian, pengguna mendapati situs web platform tersebut tidak lagi dapat diakses.

Tim Noxa menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan Cloudflare. Mereka kemudian mengumumkan bahwa situs web akan dialihkan ke layanan Ethereum Name Service (ENS), sementara pendapatan para kreator tetap dapat ditarik.

Pada Selasa malam, Noxa kembali mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memungut biaya transaksi. Seluruh pendapatan dari transaksi selanjutnya akan langsung dialihkan kepada para kreator token.

Serangkaian keputusan yang diambil dalam waktu singkat ini membuat banyak pengguna dan kreator kebingungan. Hanya dalam waktu sekitar satu minggu, launchpad token terbesar di Robinhood Chain resmi menghentikan operasinya, meski sebelumnya menjadi platform yang memfasilitasi sebagian besar peluncuran token dan aktivitas jaringan tersebut.

CASHCAT Alami Penurunan Tajam

CASHCAT, memecoin yang menjadi pendorong utama aktivitas di Noxa, mencatat penurunan harga lebih dari 33% dalam 24 jam.

Trader kripto yang dikenal sebagai 0xAvast, yang dilaporkan mengikuti kenaikan kapitalisasi pasar token tersebut dari sekitar US$10.000 hingga sempat mencapai US$230 juta, menyebut aksi jual tersebut sebagai FUD (fear, uncertainty, and doubt) yang tidak relevan. Ia juga menilai penurunan harga saat ini dapat menjadi peluang untuk membeli. Meski begitu, harga CASHCAT terus melemah sepanjang pekan.

Sementara itu, aktivitas dan nilai real-world assets (RWA) yang ditokenisasi—yang merupakan tujuan utama Robinhood Chain—masih jauh lebih kecil. Total kapitalisasi pasar aset RWA di jaringan tersebut hanya sekitar US$12,66 juta, jauh di bawah kapitalisasi pasar puncak yang pernah dicapai CASHCAT.

Industri Kripto Bereaksi

Keputusan Noxa menghentikan operasinya langsung memicu perdebatan di komunitas kripto. Sebagian pelaku pasar menilai penutupan tersebut diperlukan untuk mengurangi maraknya token berkualitas rendah. Namun, sebagian lainnya menganggap langkah tersebut sebagai kesalahan yang berpotensi mengurangi daya tarik Robinhood Chain.

Menggambarkan perbedaan pandangan tersebut, pengguna X @zubic_eth mengatakan, “Separuh linimasa menganggap keputusan ini tepat karena akhirnya ada yang berani menghentikan banjir token spam. Sementara separuh lainnya menyebutnya sebagai kesalahan besar yang menghancurkan sumber pertumbuhan utama, padahal platform itu mampu menghasilkan sekitar US$3 juta biaya transaksi per hari.”

Prospek Robinhood Chain Dipertanyakan

Robinhood Chain pada awalnya dikembangkan untuk mendukung ekosistem aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA). Namun, dominasi memecoin seperti CASHCAT dibandingkan dengan masih minimnya aktivitas RWA memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan ekosistem serta arah pengembangan jaringan tersebut di masa depan.

Didukung oleh
DepoCrypto.com © 2023