Shiba Inu Kembali Dihantam Tekanan Jual Meski Mendapat Peningkatan Eksposur di Jepang
Shiba Inu Kembali Dihantam Tekanan Jual, Meski Dapat Peningkatan Eksposur di Jepang
Shiba Inu (SHIB) kembali menghadapi tekanan jual setelah miliaran token SHIB dipindahkan ke bursa kripto dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data CryptoQuant, investor mentransfer 352,53 miliar SHIB ke bursa selama periode tersebut, sementara 317,44 miliar SHIB ditarik keluar dari platform perdagangan. Alhasil, SHIB mencatatkan exchange netflow positif sebesar 35,08 miliar token.
Exchange netflow mengukur selisih antara jumlah token yang masuk dan keluar dari bursa kripto. Netflow positif menunjukkan lebih banyak aset mengalir ke bursa daripada keluar. Kondisi ini sering dianggap sebagai sinyal meningkatnya tekanan jual karena trader umumnya menyetor token ke bursa sebelum menjualnya.
Meski arus masuk ke bursa tidak selalu berujung pada aksi jual secara langsung, netflow positif yang berkelanjutan biasanya mengindikasikan bahwa investor sedang bersiap untuk memperdagangkan atau melikuidasi kepemilikan mereka.
Cadangan SHIB di Bursa Terus Meningkat
Sementara itu, cadangan SHIB di bursa juga mengalami kenaikan. Setelah transfer terbaru, total SHIB yang tersimpan di berbagai bursa meningkat menjadi 86,497 triliun token, atau naik sekitar 0,04% dibandingkan 24 jam sebelumnya.
Peningkatan cadangan di bursa umumnya menunjukkan semakin banyak token yang siap diperdagangkan. Jika investor memutuskan untuk menjual, tambahan pasokan tersebut berpotensi memberikan tekanan lebih besar terhadap harga SHIB. Data on-chain terbaru ini pun memperkuat kekhawatiran terhadap prospek jangka pendek meme coin tersebut yang masih tertekan di tengah pelemahan pasar kripto secara luas.
Arus Masuk Terbaru Membalikkan Tren Bullish Sebelumnya
Aktivitas terbaru di bursa ini berbalik arah dari tren bullish yang sempat terlihat beberapa hari sebelumnya. Laporan sebelumnya menunjukkan investor menarik lebih dari 1,4 triliun SHIB dari bursa kripto terpusat (CEX) dalam kurun waktu 10 hari.
Arus keluar dalam jumlah besar dari bursa biasanya dipandang sebagai sinyal bullish karena menunjukkan investor memindahkan aset ke dompet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual.
Namun, netflow positif terbaru mengindikasikan bahwa sentimen pasar kemungkinan mulai berubah, dengan lebih banyak SHIB kembali mengalir ke bursa.
SHIB Turun ke Peringkat 33 Kripto Terbesar
Metrik on-chain yang bearish ini juga bertepatan dengan terus merosotnya posisi Shiba Inu dalam daftar aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar. Setelah sebelumnya keluar dari jajaran 30 besar, SHIB kini turun ke peringkat ke-33.
Saat artikel ini ditulis, SHIB diperdagangkan di kisaran US$0,000004091 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2,41 miliar.
Dalam 24 jam terakhir, harga SHIB turun 3,2%, melemah 5,65% dalam sepekan, dan terkoreksi 16,81% selama satu bulan terakhir.
Penurunan ini juga terjadi setelah SHIB tidak masuk dalam daftar aset yang dipilih oleh Active Crypto ETF milik T. Rowe Price, sehingga kehilangan peluang memperoleh eksposur dari investor institusional.
Jepang Beri Peningkatan Eksposur bagi Shiba Inu
Di tengah sinyal on-chain yang masih bearish, Shiba Inu baru-baru ini mendapatkan peningkatan eksposur di Jepang melalui salah satu perusahaan fintech terbesar di negara tersebut.
Platform kripto Rakuten Wallet meluncurkan koin fisik peringatan (commemorative coin) Shiba Inu pertama sebagai bagian dari seri koleksi “Real Coin”. Berbeda dengan edisi Bitcoin, Ethereum, dan XRP sebelumnya, versi SHIB hadir dengan lapisan matte premium hasil proses sandblasting yang disebut mendapat persetujuan penuh dalam uji internal.
Meski koin peringatan tersebut tidak memiliki fungsi blockchain, Rakuten Wallet berencana memamerkannya dalam berbagai acara langsung dan kampanye promosi di seluruh ekosistem ritelnya yang menjangkau sekitar 44 juta pengguna.
Peningkatan eksposur ini berpotensi memperluas pengenalan merek Shiba Inu di Jepang. Namun, hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap pergerakan harga SHIB yang masih dibayangi tekanan jual.