Steak ’n Shake Raup Manfaat dari Bitcoin, tetapi Adopsi Nyata BTC Masih Diperdebatkan
Steak ’n Shake Klaim Bitcoin Dongkrak Penjualan, tetapi Bukti Adopsi BTC Masih Minim
Steak ’n Shake mengklaim penjualan di gerai yang sama (same-store sales) di Amerika Serikat naik sekitar 16% pada Juli dan menyebut Bitcoin turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut. Namun, hingga kini perusahaan belum mengungkapkan berapa banyak pelanggan yang benar-benar menggunakan Bitcoin (BTC) sebagai metode pembayaran.
Dalam unggahan pada 10 Juli, Steak ’n Shake menyebut pertumbuhan penjualan terjadi setelah mencatat kenaikan sekitar 16% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengatakan pembayaran menggunakan Bitcoin dapat menekan biaya transaksi dibandingkan kartu kredit, sehingga penghematan tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas bahan makanan.
Meski demikian, Steak ’n Shake belum mempublikasikan data penting, seperti jumlah transaksi Bitcoin, nilai total pembayaran menggunakan BTC, maupun persentase pesanan yang dibayar dengan aset kripto tersebut. Tanpa data tersebut, sulit memastikan apakah kenaikan penjualan memang didorong oleh adopsi Bitcoin atau faktor lain seperti promosi, perubahan harga, pembaruan menu, dan strategi pemasaran.
Perusahaan bahkan menyatakan bahwa siapa pun yang meragukan potensi Bitcoin telah melakukan kesalahan besar. Namun, hingga saat ini klaim tersebut belum didukung data yang menunjukkan tingkat penggunaan Bitcoin oleh pelanggan.
Steak ’n Shake mulai menerima pembayaran Bitcoin di seluruh gerainya di Amerika Serikat sejak Mei 2025. Perusahaan juga menyimpan Bitcoin yang diterima sebagai bagian dari cadangan strategis (strategic reserve).
Dalam konferensi Bitcoin 2026, eksekutif Steak ’n Shake, Michael Boes, mengatakan biaya pemrosesan transaksi Bitcoin sekitar 50% lebih rendah dibandingkan pembayaran menggunakan kartu. Ia memperkirakan perusahaan dapat menghemat sekitar US$6 juta per tahun apabila seluruh pelanggan kartu kredit beralih menggunakan Bitcoin.
Boes juga mengungkapkan jumlah pelanggan meningkat sekitar 2 juta orang setelah Bitcoin diperkenalkan sebagai opsi pembayaran. Namun, ia tidak menjelaskan berapa banyak dari pelanggan tersebut yang benar-benar melakukan transaksi menggunakan BTC.
Hingga saat ini, harga menu Steak ’n Shake tetap menggunakan dolar AS. Pembayaran Bitcoin diproses melalui penyedia layanan pihak ketiga tanpa biaya tambahan dari restoran, meski pelanggan masih dapat dikenai biaya jaringan blockchain, dompet kripto, konversi mata uang, atau biaya dari bursa aset kripto.
Penjualan Sudah Meningkat Sebelum Bitcoin Dipromosikan
Laporan induk usaha Steak ’n Shake, Biglari Holdings, menunjukkan tren kenaikan penjualan sebenarnya sudah terjadi sebelum perusahaan mengaitkannya dengan Bitcoin.
Pada kuartal pertama 2026, penjualan gerai yang sama meningkat sekitar 10%, sementara restoran mitra waralaba mencatat pertumbuhan sekitar 13%. Hal ini menunjukkan proses pemulihan bisnis telah berlangsung sebelum strategi pembayaran Bitcoin diperkenalkan secara luas.
Di sisi lain, biaya pemasaran perusahaan naik hampir 68% dibandingkan tahun sebelumnya. Biaya bahan baku juga meningkat setelah Steak ’n Shake beralih menggunakan 100% beef tallow sebagai bahan pengolahan.
Perusahaan juga mengubah komposisi jaringan restorannya. Jumlah gerai yang dioperasikan langsung berkurang, sementara jumlah gerai mitra waralaba meningkat. Dalam surat kepada pemegang saham tahun 2025, Biglari Holdings menyebut pertumbuhan penjualan didorong oleh peningkatan kualitas produk, pembaruan sistem kasir dan kios digital, peningkatan produktivitas, serta model bisnis operator-pemilik. Bitcoin tidak disebut sebagai faktor utama.
Selama Juli, Steak ’n Shake juga menjalankan berbagai promosi, seperti paket Liberty Meals seharga US$17,76, Tesla Tallow Tots gratis, serta promo kentang goreng gratis pada 10 Juli. Berbagai program tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan penjualan, sehingga kontribusi Bitcoin terhadap pertumbuhan bisnis masih sulit diukur.
Bukti Adopsi Bitcoin Masih Perlu Diperjelas
Sejumlah pengguna forum r/Bitcoin mengaku tertarik mengunjungi Steak ’n Shake karena restoran tersebut menerima pembayaran Bitcoin. Namun, pengguna forum lain berpendapat kenaikan penjualan juga bisa dipengaruhi oleh harga yang lebih kompetitif, menu baru, hingga kondisi ekonomi.
Karena itu, jika Steak ’n Shake ingin menjadikan strategi Bitcoin sebagai contoh bagi pelaku usaha lain, perusahaan perlu mempublikasikan data yang lebih rinci, seperti jumlah transaksi BTC, nilai total pembayaran menggunakan Bitcoin, serta besaran penghematan biaya transaksi.
Untuk saat ini, data yang tersedia hanya menunjukkan bahwa pembayaran dengan Bitcoin berpotensi mengurangi biaya transaksi. Belum ada bukti yang menunjukkan bahwa tingkat adopsi Bitcoin oleh pelanggan cukup besar untuk menjadi faktor utama di balik kenaikan penjualan Steak ’n Shake.